Yamaha

Komunitas Perpustakaan Kampung, Pendekatan ke Orang Tua Agar Anak-anak Dibiasakan Baca Buku

  Senin, 25 November 2019   Dhika Alam Noor
Para pengurus Komunitas Perpustakaan Kampung bersama anggota mereka yang kebanyakan masih usia anak-anak. (Dok. Komunitas Perpustakaan Kampung)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Sudah bukan rahasia, budaya membaca buku begitu rendah di kalangan masyarakat Indonesia. 

Akan lebih menyedihkan jika budaya malas membaca itu sudah tumbuh dari masa kanak-kanak. Kondisi itu yang menggerakkan komunitas ini berjalan ke kampung-kampung menggarap pendampingan literasi. Mereka adalah Komunitas Perpustakaan Kampung.  

Komunitas ini mengadakan kegiatan temu literasi satu bulan sekali di perpustakaan yang mereka dirikan di Gang Naga Kampung Ceger, Bogor, Jawa Barat dan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Pendiri Komunitas Perpustakaan Kampung, Fajar Yusuf Rasdianto, mengatakan, dua tempat itu dipilih untuk menggelar kegiatan temu literasi lantaran anak-anak di sana sulit mendapat akses pendidikan. 

"Di Bogor, kami ambil tempat di kampung yang memang secara demografis anak-anaknya banyak yang tidak mengenyam bangku pendidikan. Begitu juga di Tanjung Priok," ujar Fajar kepada Ayojakarta, Senin (25/11/2019).

Komunitas yang berdiri sejak 2017 itu telah memiliki sekitar 150 anak didik, 100 anak di Priok dan 50 lainnya berdomisili di Bogor. Sedangkan jumlah relawan komunitasnya pun tak kalah banyak. 

"Relawannya lebih dari 100 orang karena ada di berbagai kota. Tapi yang aktif memang setengahnya dan yang ada di Jabodetabek saja. Sementara sisanya bantu support lewat medsos," ucap Yusuf. 

Setiap perpustakaan yang mereka dirikan dipasok 500-an buku. Komunitas ini menyediakan buku-buku bacaan yang dapat diakses oleh siapapun tanpa syarat dan jaminan apapun. Dan yang pasti, buku-buku itu harus digemari anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. 

"Bukunya banyak. Tapi ya memang diutamakan buku anak-anak. Komik, novel, dan lain sebagainya, kecuali buku pelajaran," jelasnya.

Melalui perpustakan yang mereka bangun, ada harapan meningkatkan minat baca anak-anak. Bahkan, komunitas ini melakukan pendekatan kepada orang tua untuk bisa membiasakan anak-anaknya membaca. 

"Kami percaya bahwa anak-anak adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dicerdaskan kehidupannya. Melakukan pendekatan ke komunitas lain untuk sama-sama menyebarkan virus literasi ke kalangan anak-anak," jelas Yusuf. 

Mereka juga menargetkan bisa membuka perpustakaan baru di kota lain tahun depan. 

"Kami rencana buka di Jogja, Subang dan Aceh. Tapi sementara masih mengumpulkan donasi dulu," tuturnya. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar