Yamaha

Komunitas SUP ID, Populerkan Stand Up Paddle di Indonesia Lewat Deretan Prestasi

  Kamis, 28 November 2019   Aprilia Rahapit
Stand Up Paddle merupakan gabungan dari surfing dan canoeing menggunakan single blade paddle. Olahraga ini termasuk dalam kategori petualangan atau aktivitas wisata yang bisa dilakukan di pantai, laut, dan danau. (Foto: Komunitas SUP ID)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Mungkin dulu belum terlalu familiar. Tapi kini, stand up paddle menjadi olahraga air yang cukup digandrungi masyarakat Indonesia. 

Bukan tiba-tiba. Kepopulerannya di Indonesia didukung sebuah komunitas bernama Stand Up Paddle Indonesia; namanya kerennya SUP ID. 

Di balik komunitas itu, ada tokoh yang punya peran penting. Ia adalah Heriyanto. Kepada Ayojakarta, pria kelahiran Jakarta 25 Desember 1975 ini menceritakan sejarah komunitas SUP ID berdiri.

Awal pertengahan 2015, Heriyanto saat itu mengelola event organizer. Suatu saat ia mengajak timnya ke Palabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Salah satu pantai yang dikunjunginya adalah Pantai Cimaja. 

Melihat para surfer mancanegara melakukan stand up paddle dengan papan surfing dan dayung, menarik rasa penasaran Heriyanto dan beberapa anggotanya, Ubu, Lucky, Anggun, Didin dan Andi Embe. Mereka memutuskan untuk belajar. 

Berbekal ilmu yang didapatnya dari para surfer asing itu, Heriyanto bertekad membesarkan olahraga ini dengan mendirikan komunitas Stand Up Paddle Indonesia pada 21 November 2015. Hingga kini anggotanya terus bertambah sampai ratusan anggota aktif. 

"Kami baru belajar-belajar saja saat itu, bahkan dulu alatnya masih pinjam. Nah, di akhir-akhir tahun ada yang kasih dua alat. Ya sudah kami buat komunitasnya. Anggota SUP ID sekarang sekitar 150-an orang, dalam waktu empat tahun," tambahnya.

Stand Up Paddle merupakan gabungan dari surfing dan canoeing menggunakan single blade paddle. Olahraga ini termasuk dalam kategori petualangan atau aktivitas wisata yang bisa dilakukan di pantai, laut, dan danau. 

Olahraga ini juga bisa dilakukan sambil berselancar di gelombang laut (SupSurf), mengarumi jeram di sungai (white water SUP), sambil Yoga (Sup Yoga), bahkan bisa untuk mendukung aktivitas memancing.

Lebih jauh Heriyanto menjelaskan bahwa alasan komunitas ini berdiri sebetulnya untuk menghargai keindahan dan kekayaan bahari Indonesia. 

"Sebetulnya berangkat dari kenyataan Indonesia sebagai negara maritim. Kita punya pantai dan bagus-bagus. Orang menikmati pantai, duduk-duduk di pinggir pantai, berenang, saya waktu itu mikir sebetulnya kita harus punya kegiatan yang menikmati pantai Indonesia dengan cara berbeda," jelasnya. 

Dengan stand up paddle, terasa sensasi yang sungguh berbeda saat menikmati keindahan bahari Indonesia. 

"Kalau kita pakai kayak kan duduk, kalau stand up paddle berdiri, kita bisa melihat keindahan alam dengan lebih bebas. Ternyata menyenangkan sekali," sambungnya. 

Sejak berdirinya, SUP ID sudah menjelajahi banyak pulau menakjubkan di Indonesia. Dari Pulau Weh di Barat Laut Pulau Sumatera, Belitung, Pulau Derawan di Kalimantan Timur, Bunaken di utara Pulau Sulawesi, Raja Ampat di Papua Barat, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Lombok di Kepulauan Sunda Nusa Tenggara, Parangtritis di Yogyakarta, Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara.

Berawal dari sport tourism, seiring waktu para anggota SUP ID mulai mengembangkan keahlian dengan belajar dari media sosial Youtube. Beberapa di antaranya memutuskan untuk menjadi racer. 

"Yang jadi racer coba kami fasilitasi untuk ikut kejuaraan-kejuaraan. Kalau cuma jadi fun paddler saja, ayo kita main, kita touring," jelasnya. 

Beberapa kejuaran dunia telah diikuti untuk mengharumkan nama Indonesia. Misalnya APP World Tour 2019 OSAKA SUP Open di Jepang. Dalam ajang ini racer SUP ID, Tedi, mendapatkan Juara III di kategori Men Amateur Distance. Sedangkan anggota perempuan, Catharina, meraih juara I dalam kategori Women Amateur Distance. 

Baru-baru ini juga, tepatnya 2-3 November 2019, SUP ID mengikuti Singapore Ocean Cup 2019. Racer SUP ID, Lukas, menjadi juara II dan Ketut memperoleh juara III pada kategori Men Course Race 8 KM. Sedangkan Catharina memperoleh juara II dan Joseca memperoleh juara III pada kategori Women Short Course Race 8 KM. 

SUP ID juga telah mengikuti ajang Belitong Geopark Internasional Stand Up Paddle and Kayak Maraton di Tanjung Kelayang Belitung pada 2-4 Agustus 2019.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar