Yamaha

Ketum FPI: Reuni 212 Adalah Aset Negara Indonesia

  Sabtu, 30 November 2019   Dhika Alam Noor
Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis. (Ayojakarta.com/Dhika Alam Noor)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Pelaksanaan Reuni Mujahid 212 lusa nanti diprediksi menarik perhatian masyarakat luas. Apalagi, kegiatan itu diklaim bisa menghimpun jutaan orang dari berbagai daerah di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. 

Selain itu, pihak panitia Reuni 212 menyatakan berbagai tudingan negatif terhadap Reuni 212 terbantahkan oleh aksi tahunan yang berjalan damai. 

AYO BACA : Mahfud MD: Reuni 212 Tidak Perlu Pengamanan Khusus

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Ahmad Sobri Lubis, menyampaikan, acara Reuni 212 bisa menyatukan seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. 

"Reuni 212 ini dilirik masyarakat internasional, di mana mereka sebelumnya taruh kecurigaan dan sinis. Siapapun yang pegang handphone ceritakan peristiwa 212 dan masyarakat luar negeri lihat dan antusias," ujar Lubis di Gedung Dewan Dakwah Islam, Jakarta Pusat, kemarin (Jumat, 29/11/2019).

AYO BACA : Rencana Aksi Reuni 212, Moeldoko: Jangan Banyak Buat Gerakan-gerakan

Ia tegaskan, antarmazhab dan ormas Islam bisa bersatu dalam kegiatan yang turut disorot masyarakat internasional. Harapan-harapan persatuan umat Islam dunia bisa belajar dari kesatuan Islam di Indonesia.

"Insya Allah 212 jadi hari ukhuwah sedunia. Semoga ada manfaat dan faedahnya dan suri tauladan yang baik dalam toleransi. Tapi tetap tegas dalam jaga prinsip agama dan negara," jelasnya. 

Dia menyebut Reuni 212 merupakan aset negara yang perlu dijaga bersama. Apalagi hal tersebut diisi kegiatan positif yang menyatukan umat Islam. 

"Aksi 212 adalah aset negara Republik Indonesia, yang disaksikan seluruh dunia dan belum pernah ada aksi yang dihadiri 13 juta orang dengan damai, kasih sayang. Belum pernah ada sebelumnya," tegas Sobri. 

AYO BACA : Pengacara: Kalau Urusan Visa Selesai, Rizieq akan Hadiri Reuni 212

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar