Alasan Pasti Aksi Walk Out Fraksi Gerindra-PAN dari Pengesahan RAPBD Kota Tangerang Selatan

  Sabtu, 30 November 2019   Editor
Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan Ahmad Syawqi, S.Ds. (Dokumentasi pribadi)

Rapat paripurna pengesahan RAPBD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2020 pada Senin (25/11/2019) diwarnai dengan aksi walk out dari Fraksi Gerindra-PAN. 

Aksi walk out dilakukan karena pertama, berdasarkan hasil pembahasan-pembahasan di dalam rapat alat-alat kelengkapan dewan dan rapat secara kelembagaan kami sudah menyampaikan poin-poin pandangan kami selaku Fraksi Gerindra-PAN terkait apa yang menjadi keberatan dan catatan kami.

1. Bahwa Perda Nomor 1 tahun 2014 mengatur tentang penyertaan modal tahap kesatu sebesar 25 persen dari nilai penyertaan modal sebagai modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dan tidak mengatur besaran penyertaan modal pada tahap-tahap berikutnya.

2. Bahwa BUMD dalam hal ini PT PITS belum menyerahkan rencana kerja kepada Badan Anggaran sebagai bentuk transparansi kepada Badan Anggaran DPRD Kota Tangerang Selatan.

3. Bahwa BUMD yang telah menerima investasi (Penyertaan Modal Daerah) sampai saat ini belum berkontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah sehingga dipandang penting untuk menunda penyertaan modal daerah kepada BUMD untuk dilakukan evaluasi kinerja BUMD (PT PITS).

4. Bahwa dalam Perda Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembentukan BUMD pasal 20 menyebutkan: Pada setiap penutup tahun buku, direksi berkewajiban membuat dan menyampaikan laporan keuangan perseroan yang terdiri atas neraca, perhitungan laba rugi, perubahan modal dan catatan atas laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik. Dan laporan tersebut tidak pernah disampaikan kepada DPRD sebagai bentuk tugas dan fungsi pengawasan.

Penyertaan Modal Daerah bukan menjadi prioritas tetapi belanja yang bersentuhan dengan masyarakat terkait kebutuhan dasar yang diprioritaskan.

Kedua, kita bersama telah melaksanakan rapat-rapat konsultasi kepada Kementerian Dalam Negeri dan didapati hasil bahwa ada opsi yang dibenarkan secara peraturan perundang-undangan dan juga peraturan pemerintah serta aturan permendagri. Bahwa sebenarnya pembahasan ini masih bisa menempuh waktu perpanjangan agar mendapatkan hasil yang lebih komprehensif.

Ketiga, kami memahami bahwa APBD adalah kepentingan bersama terutama untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan. Kami tidak dalam posisi menghambat dan juga menghalang-halangi karena kami mengerti betul prinsip-prinsip dasar kebutuhan masyarakat Kota Tangerang Selatan. 

Oleh karena itu kami bersikap karena kami telah melakukan rapat-rapat konsultasi kepada Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi di bidang pencegahan dan kami tetap mengambil sikap untuk tidak mengikuti rapat pengesahan APBD 2020. 

Karena itu, saya selaku pimpinan Fraksi Gerindra-PAN memohon izin menggunakan hak kami sesuai tata tertib persidangan untuk menarik anggota Fraksi Gerindra-PAN ke luar dari ruang sidang tanpa mengurangi rasa hormat apapun. 

Ahmad Syawqi, S.Ds.
Ketua Fraksi Gerindra-PAN DPRD Kota Tangerang Selatan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar