Yamaha

Seniman Terus Ekspresikan Tolak Hotel di TIM

  Minggu, 01 Desember 2019   Editor
Miniatur revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dipamerkan kepada publik, Kamis (4/7/2019). (Indonesia Inside/M Aulia Rahman)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Para seniman di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki terus menyampaikan ekspresi penolakan terkait pembangunan hotel di kawasan itu.

"Kami menolak TIM dijadikan pusat bisnis," kata Budi salah seorang seniman teater di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Budi mengatakan, TIM seharusnya dibangun menjadi pusat seni, bukan sebagai tempat bisnis seperti adanya hotel bintang lima.

Budi juga mengatakan, para seniman menolak TIM menjadi milik PT. Jakarta Propertindo. Menurut dia, TIM seharusnya bukan milik siapapun, tapi milik bersama.

"Kemarin sudah ada pertemuan dengan pihak Jakpro tapi kami masih sama, menolak dibangunnya hotel bintang lima dan menjadikan TIM sebagai tempat berbisnis," Budi menambahkan.

Menurut Budi, daripada hotel bintang lima sebaiknya dibangun lebih banyak fasilitas untuk para seniman. Seperti ruang pameran yang layak.

Budi menegaskan bahwa para seniman tidak menolak adanya revitalisasi, asalkan TIM menjadi pusat seni yang memenuhi syarat.

Hal senada diutarakan Andri, seorang seniman yang juga ikut hadir dalam aksi aspirasi menolak pembangunan hotel di TIM.

"Saya rasa semua seniman disini dengan tujuan yang sama, keberatan dengan adanya pembangunan hotel," ujar Andri saat diwawancara di Cikini.

Dia mengatakan, hotel sudah banyak di kawasan Cikini sehingga tidak perlu lagi dibangun di TIM.

Sebaliknya, pembangunan harusnya lebih mengarah kepada perbaikan fasilitas-fasilitas tempat seni. Termasuk, membuat laboratorium seni untuk para seniman.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar