Yamaha

Guru Honorer di Jabar Dapat Bantuan dari ACT

  Selasa, 03 Desember 2019   Editor
Perwakilan guru pra-sejahtera di Bandung Raya menerima bantuan sembako dan dana tunai di Kantor Cabang ACT Jabar, Selasa (3/12/2019).(Ayomedianetwork/Nur Khansa)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Data tim relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebanyak 185 ribu guru di Jawa Barat masih mendapatkan penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) dari kegiatan belajar mengajarnya setiap bulan.

Guru tersebut terdiri dari guru honorer di sekolah formal maupun guru relawan di sekolah-sekolah non-formal seperti pesantren dan madrasah yang didirikan individu.

Branch Manager ACT Jawa Barat, Renno I Mahmoeddin mengatakan penghasilan para guru tersebut berkisar antara nol rupiah hingga Rp 500 ribu per-bulan. Angka tersebut dinilai tidak memadai untuk menunjang kegiatan operasional dan kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, ACT berupaya menggalang dana untuk memberi bantuan tunai kepada para guru tersebut melalui program Sahabat Guru Indonesia. Objektifnya adalah untuk memberi bantuan tunai senilai Rp 500 ribu per-bulan kepada para guru pra-sejahtera di Jawa Barat.

"Kalau jumlah guru pra-sejahteranya hanya 10 orang mungkin tidak perlu ACT. Tapi ini jumlahnya banyak. Kita punya impian untuk memiliki kemuliaan yang sama dengan para guru meskipun tidak lewat mengajar. Menjadi bagian yang mendukung mereka pun insyaallah bisa dapat pahala yang sama," ungkapnya ketika ditemui pada launching program Sahabat Guru Indonesia di kantor ACT Bandung, Selasa (3/12/2019).

Renno mengatakan, target jangka panjang ACT adalah memberi bantuan tunai pada 185 ribu guru pra-sejahtera yang telah mereka data. Namun, di awal program, penerima bantuan tersebut adalah 10 orang perwakilan guru pra-sejahtera dari berbagai daerah di Bandung Raya.

"Sementara 10 orang guru ini kita beri bantuan tunai terus-menerus selama 1 tahun penuh," ujarnya.

Dana tersebut dialokasikan dari dana donatur maupun zakat masyarakat yang disalurkan pada ACT. Sehingga, Renno juga mengajak masyarakat yang tergerak untuk dapat turut menyukseskan program tersebut dengan menyalurkan zakatnya pada ACT.

"Kalau zakat dari umat yang kita terima cukup besar, mungkin bantuan tersebut dapat kita tingkatkan hingga Rp 1 juta per-bulan," kata Renno.

Salah satu penerima bantuan, Asep Marwan menyebutkan dana tersebut salah satunya akan digunakan untuk membantu dana operasional pesantren yang dikepalainya, yakni Ash-Sholahuddin di Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung. Dirinya telah mengajar di pesantren yang didirikan ayahnya tersebut selama 16 tahun secara sukarela alias tidak menerima penghasilan sama sekali.

"Jangankan berpikir gaji, justru kita berpikir bagaimana santri bisa makan karena memang seluruhnya kaum dhuafa," ucapnya.

Sehingga, pihak ACT berharap bantuan yang diberikan dapat menunjang kebutuhan sehari-hari para guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar.

"Harapan kami bisa meningkatkan taraf hidup para guru pra-sejahtera agar lebih fokus dan tenang dalam mengajar," harapnya.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar