Yamaha

Anak-anak Menjadi Pelindung Sungai Bersama River Ranger Jakarta

  Sabtu, 07 Desember 2019   Dhika Alam Noor
Kegiatan belajar River Ranger Jakarta untuk menjadikan anak-anak yang tinggal berdekatan dengan sungai menjadi masyarakat yang peduli kebersihan sungainya. (Dok. River Ranger Jakarta)

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Demi menjaga kebersihan bantaran sungai Ciliwung, komunitas peduli lingkungan River Ranger Jakarta membuka kelas belajar setiap Rabu dan Jumat. Materi pelajarannya adalah pengetahuan umum, pelajaran di kelas sekolah, dan kepedulian lingkungan. 
 
Komunitas ini terbentuk sejak 17 Juli 2017. Saat ini ada empat pengurusnya yaitu Syahiq Harpi selaku Ketua, Andriana sebagai Wakil Ketua dan 
pembuat kurikulum kelas, Rizal Wahyudi yang menangani Media dan Creative Creator, serta Khusyairi Andi yang bertindak sebagai Field Coordinator. 

Wakil Ketua pembuat kurikulum kelas, Andriana, mengatakan, komunitasnya mengajak warga khususnya anak-anak untuk mengenal lingkungan Condet tempat mereka tinggal. Condet juga dikenal penuh dengan budaya kearifan lokal. 

Masyarakat dihararpkan bisa mengenali bahaya sampah plastik, mengubah gaya hidup agar lebih peduli dengan sungai khususnya sungai yang dekat dengan tempat tinggal mereka. 

"Kami mengajak anak-anak untuk menjadi river ranger atau pelindung sungai agar ilmu yang mereka dapat bisa terus disebarkan ke yang lain, dengan mencontohkan gaya hidup minim sampah plastik," ujar Andriana kepada Ayojakarta saat dihubungi, Sabtu (7/12/2019).

Setiap bulan komunitas ini membersihkan sampah di bantaran sungai Ciliwung dengan mengajak teman-teman media sosial dan warga sekitar. 

AYO BACA : Normalisasi Belum Kelar, Bantaran Ciliwung Bakal Kebanjiran

"Bebersih bantaran sungai setiap bulan. Karena bebersih tidak ada habisnya, sampahnya bukan dari sini saja tapi juga dari hulu," kata Nana, sapaannya. 

Masyarakat juga diajak memilah sampah dan membuat ecobrick (botol plastik bekas) sebagai solusi dari mengurangi sampah kemasan makanan sekali pakai yang tidak bisa didaur ulang. 

Komunitas ini juga dibantu oleh para relawan yang datang silih berganti. Bahkan mereka dibantu relawan dari luar negeri untuk sharing knowledge dengan anak-anak. 

"Minggu depan akan datang (relawan) dari New Zealand dan Amerika Serikat," kata Nana. 

Program jangka panjang komunitas ini adalah menggiatkan waste segregation atau pemilahan sampah dari rumah, komposting, dan pembuatan bank sampah. 

AYO BACA : Bersih-bersih Sungai di Festival Ciliwung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar