Pengedar Narkoba Sindikat Malaysia, Medan dan Jakarta Dibekuk Polisi

  Senin, 09 Desember 2019   Dhika Alam Noor
Press rilis pengungkapan sindikat narkoba jaringan malaysia (Ayojakarta.com/Dhika Alam Noor)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu jaringan Malaysia, Medan dan Jakarta yang masuk melalui perairan Selat malaka.

Wakil Direktur Tindak Pidana (Wadirtipid) Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Krisno Halomoan Siregar mengungkapkan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan selama 2 minggu. Penangkapan terjadi Kamis lalu, (5/12/2019).

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 37 kilogram sabu dan 4 orang tersangka yang berinisial RY (23), AL (23), ZL (37) dan BM (28). Tersangka berinial RY ditangkap lebih dahulu di Pelabuhan Sarang Elang, Panai Hulu, Labuhan Batu, Sumatera Utara.

RY berperan sebagai pelaku yang menerima sabu dari laut untuk selanjutnya diedarkan di wilayah Indonesia. Meliputi Sumatera dan Jakarta. Narkoba itu diambil oleh tersangka AL, ZL, dan BM dengan sampan motor.

"Kapal motor tadi titik koordinatnya dengan modus ship to ship ada kapal dari Malaysia dan dijemput di tengah laut, dengan kode lampu senter," tutur Krisno di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

Para tersangka ini tergolong berani dan melawan maut, karena dari Indonesia ke perairan dekat Pulau Ketam di Malaysia hanya menggunakan sampan motor.

"Para tersangka tidak berani ke daratan Malaysia, karena menghindari petugas di sana yang dilakukan mereka hanya mendekati Pulau Ketam Malaysia," ungkapnya.

Selain menemukan sabu, polisi juga menemukan 150 butir pil yang diduga narkotika jenis pil Yaba. Pil jenis ini biasanya sering ditemukan di negara Indonesia-Cina seperti Kamboja, Thailand, Vietnam dan Myanmar.

Akibat perbuatannya para pelaku disangkakan dengan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam dengan hukuman mati. Pidana denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar