Yamaha

Pencuri Motor Tewas Dihakimi Korbannya

  Selasa, 10 Desember 2019   Editor
Pelaku motor tergeletak tak berdaya setelah dikeroyok massa (Antara/Pradita Kurniawan Syah)

KEDUNGWARINGIN, AYOJAKARTA.COM -- Seorang pencuri sepeda motor tewas dikeroyok warga setelah aksinya tepergok pemilik motor.

Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu tergeletak tewas di samping SPBU Mareleng, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi pada Senin petang (9/12/2019). 

Peristiwa bermula ketika korban Amat (24) sedang berada di warung kopi. Seketika dia mendengar suara sepeda motornya jenis Honda CBR bernopol B 4686 FFO berbunyi.

Penasaran, Amat lantas keluar untuk memastikan kendaraannya baik-baik saja. Namun ternyata sepeda motornya sedang dibawa kabur pelaku.

Tidak tinggal diam, korban mengejar pelaku dengan berlari dari depan SPBU Mareleng ke arah Cikarang. Kebetulan, tak jauh dari lokasi, situasi lalu lintas sedang padat sehingga dia dengan mudah mendapatkan pelaku.

''Pelaku ditendang oleh korban sampai jatuh. Korban juga meminta pertolongan pengendara lain dan warga sekitar untuk mengamankan pelaku,'' jelas Kepala Subbag Humas Polres Metro Bekasi AKP Sunardi, Selasa (10/12/2019).

Akibat kesal, korban dengan massa naik pitam sehingga menghajar pelaku dengan melayangkan sejumlah bogem mentah. 

Aksi massa itu sempat terhenti setelah anggota polisi yang sedang melakukan observasi datang ke lokasi kejadian. Namun, kondisi pelaku sudah babak belur.

''Pelaku luka pada bagian kepala robek dan dagu serta wajah lebam. Selanjutnya pelaku dibawa ke RSUD Kabupaten Karawang namun dalam perjalanan pelaku meninggal dunia,'' kata Sunardi.

Dari kejadian itu, Amat harus berurusan dengan polisi. Korban dimintai keterangan lebih jauh perihal aksi main hakim hingga menyebabkan pelaku tewas.

''Korban diperiksa karena melakukan penganiayaan terhadap pelaku yang diduga dapat sebagai akibat meninggalnya pelaku,'' ujar Sunardi.

Sementara jasad pelaku telah dirujuk ke RSUD Kabupaten Bekasi untuk kepentingan otopsi sekaligus mengecek DNA dan mengambil sidik jari untuk mengetahui identitasnya.

''Saat ini petugas masih melakukan lidik untuk mencari tahu identitas pelaku,'' demikian Sunardi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar