Yamaha

Camat-camat Jakbar Diuji Pecahkan Permasalahan

  Selasa, 10 Desember 2019   Editor
Para camat di Jakbar mengikuti Pamong Innovation Award 2019 (barat.jakarta.go.id)

KEMBANGAN, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak delapan camat di wilayah Jakarta Barat unjuk kebolehan dalam merencanakan proyek perubahan wilayah pada ajang Pamong Innovation Award 2019. 

Penilaian digelar dalam rangka peningkatan kinerja camat menyelesaikan suatu permasalahan di wilayahnya.

Sekretaris Kota Jakbar H. Eldi Andi mengatakan, Pamong Inovation Awards 2019 digelar untuk melihat kinerja para pamong tingkat kecamatan dalam upaya menyelesaikan permasalahan.

Masing-masing camat diminta memiliki solusi menyelesaikan atas permasalahan tersebut. 

''Latar belakang kegiatan ini adalah wali kota menginginkan adanya peningkatan kinerja para pamong di delapan kecamatan dalam menyelesaikan masalah di masing-masing wilayah. Tentunya permasalahan yang bisa dikerjakan. Untuk menyelesaikan masalah, diharapkan para camat dapat berinovasi sesuai tugas dan fungsinya. Mereka juga dapat memberdayakan masyarakat karena semua itu dibuat nantinya untuk kepentingan publik,'' jelasnya, Selasa (10/12/2019).

Dalam menyelesaikan permasalahan diperlukan kolaborasi dengan melibatkan stakeholder. Misalnya, pembangunan WC Komunal di wilayah Grogol Petamburan yang melibatkan perusahaan JNE.

Penilaian Pamong Innovation Awards 2019 melalui sejumlah tahapan. Tahap pertama, tim juri yang diketuai Adi Taher melakukan penilaian hasil paparan masing-masing camat terkait proyek perubahan. 
''Ke esokan hari dilakukan peninjauan lapangan pada 10-12 Desember. Sementara tanggal pengumuman pemenang belum ditentukan. Tapi, setidaknya menjadi kado akhir tahun serta apresiasi dari wali kota Jakarta Barat," ujarnya.

Untuk tim juri melibatkan dari sejumlah unsur seperti akademisi dan pemerintahan. Pembentukan tim juri berdasarkan SK Walikota Jakbar Nomor 203/2019.  

Tahun mendatang, rencananya Pamong Innovation Award akan menyertakan juga unsur kelurahan. 

''Tahun depan ada pamong kelurahan. Di mana, ada inovasi-inovasi dari para lurah yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik,'' demikian H. Eldi Andi. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar