Yamaha

Dampak-dampak Kesehatan Akibat Perceraian

  Selasa, 10 Desember 2019   Editor
Ilustrasi perceraian (Okezone.com)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Seorang pria asal Tiongkok melakukan bunuh diri yang diduga karena depresi setelah bercerai dengan istrinya. 

Pria itu nekat melompat dari lantai 18 sebuah hotel di Malaka pada Selasa (10/12/2019). 

Staf hotel yang menemukan mayat pria itu dalam genangan darah langsung memberi tahu manajer.

Sebelumnya diketahui pria itu check in di hotel tempatnya bunuh diri sejak 7 Desember 2019. Pada hari kejadian, pintu dan jendela kamarnya dalam kondisi terbuka dan ditemukan kursi di dekat jendela.

Wakil Direktur Kepolisian Resor Malaka yang melakukan penyelidikan membenarkan hal tersebut. Kursi itulah yang digunakan pria tersebut untuk terjun dari lantai 18.

Pihak kepolisian mengatakan, pria tersebut diyakini menderita depresi akibat perceraian. Riwayat depresi itulah yang diduga mendorongnya melakukan bunuh diri.

''Penyelidikan awal mengungkapkan bahwa insiden itu terjadi di belakang hotel. Ada tiga CCTV di tempat kejadian. Almarhum ditemukan jatuh dari balkon lantai 18,'' ujarnya, seperti dikutip World of Buzz.

Setelah kejadian, mayat pria tersebut pun dibawa ke Rumah Sakit Pusat Malaka untuk keperluan otopsi.

Perceraian tidak hanya berdampak pada kesehatan mental seperti depresi tetapi juga bisa berakibat pada kondisi kesehatan. Melansir dari Hello Sehat, beberapa dampak kesehatan akibat perceraian yang paling umum terjadi antara lain, perubahan berat badan drastis. Perceraian yang membuat stres hingga depresi juga bisa berdampak pada penurunan berat badan tanpa disadari. Tetapi, setiap orang pasti memiliki respons yang berbeda terkait tingkat stresnya. Beberapa orang memilih makan banyak untuk menghilangkan stres dan mengontrol emosi.

Risiko sindrom metabolik. Proses perceraian juga meningkatkan risiko sindrom metabolik yang sumbernya berasal dari stres pikiran. Kadar hormon stres yang berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga meningkatkan cadangan lemak perut yang berbahaya.

Gelisah. Stres perceraian juga bisa membuat seseorang lebih mudah gelisah. Karena seseorang baru saja kehilangan partner dalam hidup sekaligus harus menjalani masa depan yang tidak terduga.

Insomnia. Perceraian juga memberikan efek samping pada kesulitan tidur. Kondisi ini bisa semakin parah akibat stres pikiran yang akhirnya meningkatkan risiko depresi.

Penyakit kardiovaskular. Journal of Marriage and Family melaporkan bahwa pria dan wanita paruh baya yang mengalami perceraian berisiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular. Terutama pada wanta daripada laki-laki yang lebih mudah menderita kardiovaskular. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar