Yamaha

Jumlah Anggota TGUPP Dikurangi, BW Bandingkan dengan KSP

  Selasa, 10 Desember 2019   Aprilia Rahapit
Ketua TGUPP, Bambang Widjojanto (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bidang Pencegahan Korupsi Bambang Widjojanto (BW), menanggapi keputusan DPRD DKI Jakarta yang mengurangi 17 anggota TGUPP.

BW menganggap, kebijakan yang dilakukan DPRD DKI Jakarta tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 16 tahun 2019 tentang TGUPP.

"Dibaca dong (Pergub), bagaimana mau melakukan evaluasi kalau tidak membaca surat gubernur, tapi ya mudah-mudahan ini basisnya adalah basis logic yang rasional bukan basis yang melalui banyak politisnya, tapi saya nggak tahu kan saya enggak ikut perdebatannya," ungkapnya di Balaikota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Mantan Ketua KPK ini menuturkan, sebaiknya DPRD DKI Jakarta mengevaluasi kembali keputusan pengurangan anggota TGUPP.

"Jadi, Anda jangan menghukum dengan indikator yang berbeda atas persoalan yang sama yang terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu, 10-15 tahun lalu ada enggak yang model kayak gini," ujarnya.

Keputusan tersebut, menurut BW, tidak dilontarkan tanpa ada pembelajaran dari kasus yang sama. Hal ini pun dinilainya sebagai keputusan yang tidak adil.

"Sekarang baru tersingkap seperti ini. Maksud saya memberikan judgement seolah-olah baru dilakukan sekarang tapi dulu tidak itu tidak fair," kata dia.

Bambang menyamakan dengan Presiden yang juga memikili Kantor Staf Presiden (KSP) dan berlaku juga di TGUPP.

"KSP pakai dananya presiden atau enggak harus ada rujukannya. Saya enggak ngerti. KSP pakai dana APBN atau dari presiden. Sama (gunakan APBN), Artinya treatment-nya harus sama," tuturnya.

Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) Senin malam (10/12/2019), beberapa anggota dewan meminta anggaran TGUPP sebaiknya menggunakan dana operasional Gubernur. Melalui perdebatan, akhirnya DPRD DKI memutuskan mengurangi jumlah anggota TGUPP sebanyak 17 orang, yang sebelumnya 67 orang menjadi 50 orang.

Dengan anggaran sebanyak Rp 19,8 triliun ini maka akan disesuaikan seiring penyusutan dari jumlah TGUPP yang telah diputuskan dalam Banggar tersebut.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar