Yamaha

Kerja Sama yang Baik, Kunci SDN 07 Sukabumi Selatan Raih Adiwiyata Nasional

  Rabu, 11 Desember 2019   Dhika Alam Noor
Kepala SDN 07 Sukabumi Selatan, Holil (Ayojakarta.com/Dhika Alam Noor)

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Predikat Adiwiyata Nasional berhasil diraih SDN 07 Sukabumi Selatan, Jakarta Barat. Sekolah tersebut telah mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli serta juga berbudaya lingkungan.

Kepala SDN 07 Sukabumi Selatan, Holil mengaku bersyukur sekolahnya mendapat penghargaan ini dengan persiapan yang dilakukan selama 6 bulan dan melibatkan guru dengan melakukan pembinaan terhadap siswa.

"Saya sangat bangga sekali, karena perjuangannya sangat besar mendapat Adiwiyata ini. Kerja sama dengan guru berjalan baik. Karena kalau tidak, mungkin kita tidak raih Adiwiyata Nasional," ujarnya, saat berbincang dengan Ayojakarta

Adiwiyata mewujudkan lingkungan sehat. Setiap warga sekolah juga turut bertanggung jawab, dalam mengupayakan penyelamatan lingkungan hidup serta pembangunan berkelanjutan.

"Karena Adiwiyata itu kita melihatnya jangka panjang. Anak-anak peduli terhadap lingkungan itu kita akan lihat nanti hasilnya. Mudah-muhan dipakai oleh dirinya dalam kehidupan masyarakat," ucapnya.

Menurut Holil, aktivitas rutin yang dilakukan siswa pagi hari sebelum belajar dimulai dengan menyiram tanaman. Bukan sekedar menyiram, tapi mereka juga diberi pemahaman tentang kegiatan tersebut. Demi terciptanya pelestarian lingkungan hidup.

"Anak-anak yang kita bina. Di sini merka setiap hari ini ada siram tanaman. Mereka siswa kelas 1 punya taman masing masing di depan kelasnya. Pokoknya semua berhubungan dengan lingkungan mereka sudah paham," jelasnya.

Pemahaman siswa terhadap lingkungan menjadi penilain dalam meraih penghargaan ini. Adapun perubahan selama 6 bulan yang telah dikerjakan pihak sekolah yakni membuat 5 sumur resapan dan perwajahan sekolah lebih hijau.

"Perubahan 6 bulan juga sudah signifikan. Kita membuat 5 sumur resapan besar. Letaknya di halaman sekolah. Kita kerja sama dengan kelurahan dengan dinas sumber daya air," ungkap Holil.

Para siswa pun diajarkan mengenai pemanfaatan sampah. Baik sampah organik yang diolah menjadi kompos dan sampah non organik disulap menjadi hiasan.  

"Contoh di depan ada tulisan kan terbuat dari daur ulang sampah. Karena yang bermanfaat itu nantinya siswa. Bukan guru, bukan kepala sekolah," ujarnya.

SDN 07 Sukabumi Selatan berhasil menyisihkan sekolah tingkat dasar lain yaitu SDN Kebun Jeruk 08 dan SND Tomang 11 Pagi.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar