Yamaha

32 Pemilik Tempat Usaha Jalani Sidang Yustisi, Pelanggar Minta Tidak Dipenjara

  Rabu, 11 Desember 2019   Editor
Sidang yustisi digelar di RPTRA Kalijodo (barat.jakarta.go.id)

TAMBORA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 32 pelanggar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum menjalani sidang yustisi.  

Sidang yang dilaksanakan di RPTRA Kalijodo itu dipimpin Hakim Agus Setiawan, Rabu (11/12/2019).

Kepala Satpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menjelaskan, 32 pelanggar merupakan hasil razia dari delapan kecamatan. Meliputi 21 pemilik kos tanpa izin dan tidak melaporkan penghuni ke petugas RT. Sisanya dua pemilik panti pijat lantaran terapisnya tidak memiliki sertifikat, sementara sembilan pemilik usaha lain disidang karena limbahnya mencemari lingkungan.

''Razia dan sidang yustisi bertujuan membina masyarakat supaya mematuhi perizinan tempat usaha dan peraturan di DKI Jakarta. Selain agar tertib administrasi, retribusi dari perizinan menambah Pendapatan Asli Daerah,'' ujar Tamo.

Seorang wanita pemilik kos 14 kamar di wilayah Cengkareng mengakui kesalahannya. Wanita bernama Sri itu memohon kepada hakim untuk tidak dipenjara.  

''Saya mewakili suami karena sedang sakit. Kami salah, belum pernah melaporkan penghuni kos ke petugas RT. Tolong kami jangan dikurung,'' pintanya.

Hakim Agus Setiawan mengingatkan Sri supaya segera melaporkan para penghuni kos ke pengurus RT sesuai pasal 50 ayat 3 Perda 8/2007. Atas pelanggaran tersebut, Sri dikenakan denda Rp 500.000 atau dua hari kurungan penjara.

''Ibu dan para pemilik kos lainnya harus rutin setiap tiga bulan melaporkan penghuni kos dengan melampirkan fotokopi identitas. Hal ini penting untuk mengantisipasi penyusupan teroris di permukiman,'' jelas Agus. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar