Yamaha

Belum Ada Pengganti Marco di TGUPP

  Kamis, 12 Desember 2019   Aldi Gultom
Eks Anggota TGUPP, Marco Kusumawijaya. (Tempo/Charisma Adristy))

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Meski sudah dibantah Gubernur Anies Baswedan, Pemprov DKI Jakarta membenarkan bahwa personel Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Marco Kusumawijaya, mengundurkan diri.

"Sejak 1 Desember lalu beliau sudah mengundurkan diri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Suharti, kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Suharti sempat menanyakan alasan Marco mengundurkan diri. Jawaban ahli tata kota itu adalah ingin fokus menulis buku. 

"Bukunya yang sudah tertahan lama belum selesai juga," jelas Suharti.

Marco Kusumawijaya merupakan bagian dari TGUPP bidang Pengelolaan Pesisir. Ia ditunjuk menjadi ketua tim sejak bidang tersebut dibentuk pada Juni 2018 lalu. Ia memimpin anggota lain di TGUPP di antaranya, eks Dirjen Kelautan KKP, Sudirman Saad; eks Direktur Eksekutif Walhi, Khalid Muhammad; eks ICLEI, Irvan Pulungan; pakar kelautan ITB, Muslim Muin.

Suharti menambahkan, sampai sekarang belum ada pengganti Marco. 

"Belum ada arahan untuk penggantinya," ucapnya.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi, menegaskan perlu evaluasi atas TGUPP dari segi kinerja dan jumlah. Desakan evaluasi itu menguat menyusul temuan bahwa salah seorang anggota TGUPP, Ahmad Haryadi, rangkap jabatan menjadi Dewan Pengawas (Dewas) di tujuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta.

AYO BACA : Jumlah TGUPP Dipangkas, yang Double Job Akan Dipecat

"Untuk itu terhadap Anggota TGUPP yang merangkap jabatan dan menerima penghasilan double dari sumber APBD DKI agar dikembalikan," kata Prasetio dalam laporan hasil pembahasan Banggar terhadap Raperda APBD DKI 2020, Rabu (11/12/2019).

Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI pun sepakat memotong jumlah TGUPP dari 67 menjadi 50 orang. 

Walaupun jumlah TGUPP dipangkas menjadi 50 orang, Banggar tetap menyetujui jumlah anggaran untuk gaji TGUPP sebesar Rp 19,8 miliar. 

Rincian gaji TGUPP sesuai Keputusan Gubernur nomor 2359 tahun 2017 dijelaskan 10 tingkat gaji TGUPP, sebagai berikut:

Gaji paling tinggi diterima oleh seorang Ketua TGUPP sebesar Rp 51.570.000 juta per bulan, sementara gaji terendah adalah anggota TGUPP dengan grade 3-C sebesar Rp 8.010.000 per bulan. Sementara untuk jabatan Ketua Bidang yang diemban oleh empat orang di TGUPP, masing-masing mendapatkan gaji sebesar Rp 41.220.000 per bulan.

Kemudian untuk anggota TGUPP grade 1 berhak dapat gaji Rp 31.770.000 per bulan. Untuk anggota TGUPP grade 2 gaji yang diterima sebesar Rp 26.550.000 per bulan. Lalu untuk anggota TGUPP grade 2-A gaji yang diterima Rp 24.930.000 per bulan. Sedangkan untuk anggota TGUPP grade 2-B gaji yang diterima Rp 20.835.000 per bulan.

Sementara untuk anggota TGUPP grade 3 gaji yang diterima Rp 20.835.000 per bulan. Gaji anggota TGUPP grade 3-A sebesar Rp 13.500.000. Gaji anggota TGUPP grade 3-B sebesar Rp 9.810.000 per bulan. Terakhir anggota TGUPP grade 3-C sebesar Rp 8.010.000.

Kemarin, Gubernur Anies Baswedan membantah soal pengunduran diri Marco tersebut. Anies mengatakan, tim pengelolaan pesisir pada TGUPP sudah menuntaskan pekerjaannya.

"Oh tidak (mundur). Jadi memang khusus untuk tim pesisir mereka telah menuntaskan pekerjaannya, yaitu menyusun rencana pengembangan kawasan pesisir," ujar Anies di gedung DRPD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

AYO BACA : Anies Sebut Marco Kusumawijaya Tidak Mundur, Tugasnya Sudah Selesai

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar