Yamaha

Polisi Minta Pelaku Persekusi Anggota Banser Serahkan Diri Sebelum Masalah Jadi Besar

  Kamis, 12 Desember 2019   Aldi Gultom
Dua anggota Banser yang menjadi korban persekusi dalam tangkapan layar video yang viral.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa empat orang saksi dalam kasus dugaan persekusi terhadap dua anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau Banser NU.

Video kejadiannya sudah viral di media sosial dan dikomentari banyak netizen. Selain memeriksa empat saksi , polisi juga akan meminta keterangan saksi ahli serta melakukan olah TKP dan mencari alat bukti yang lain. 

"Juga meminta saksi ahli terkait dengan ITE maupun ahli bahasa terkait dengan kata-kata yang bersifat ancaman dan mengarah ke persekusi," terang Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama, di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Yang pasti, kepolisian sudah mengetahui identitas pelaku dan mengimbaunya untuk segera menyerahkan diri agar masalah ini cepat selesai dan tidak menjadi benih konflik antar ormas di Jakarta Selatan. Pelaku berinisial H dan berdomisili di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

"Imbauan untuk segera menyerahkan diri, diproses dalam penyelidikan kita sehingga masalah cepat selesai dan tidak menjadi besar sehingga tidak menjadi konflik antara ormas-ormas yang ada di Jakarta Selatan," ujar Bastoni. 

Dalam video yang viral, dua anggota Banser NU yang belakangan diketahui bernama ES dan WS, mengalami persekusi oleh seseorang. Kejadian itu terjadi pada Selasa 10 Desember sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Ciputat Raya I Nomor 61, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Kedua korban sedang berkendara dari arah Pasar Jumat ke arah Depok. Tiba-tiba mereka diadang pelaku dan diintimidasi dengan kata-kata kasar. Ia memaksa dua anggota Banser itu meneriakkan "takbir" untuk membuktikan mereka Islam. Juga menyebut keduanya dengan nama hewan. Bahkan pelaku memvideokan aksinya yang kemudian viral di media sosial.

Pascakejadian, dua anggota Banser tersebut melapor kepada Ketua Banser NU Jakarta Selatan. Kemudian, kasus itu dilaporkan ke Polres Jaksel. 

Pelaku bisa dijerat Pasal 310, 311, dam 335 tentang penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan dan UU ITE.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar