Yamaha

Grab dan Gojek, Bisa Enggak Edukasi Driver Agar Tidak Naik ke Trotoar?

  Kamis, 12 Desember 2019   Aldi Gultom
Potongan gambar dari video viral yang diposting akun Koalisi Pejalan Kaki di Twitter.

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Akun Twitter Koalisi Pejalan Kaki @trotoarian kembali memposting video yang membuat geram pejalan kaki di Jakarta.

Video itu berdurasi 20 detik dan diambil di kawasan Jalan Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan. Dalam video tampak trotoar yang cukup lebar dibuat Pemprov DKI Jakarta malah dipakai oleh para pengendara motor.

Kebanyakan pengendara motor tersebut berjaket ojek online. Bukan cuma ojek online, bahkan sebuah mobil angkutan umum Mikrolet yang diduga rute Kampung Melayu-Tanah Abang tampak ada di tengah-tengah trotoar yang sebenarnya cukup apik itu.

"Mereka yang hobi membahayakan nyawa pejalan kaki," tulis akun @trotoarian.

AYO BACA : Koalisi Pejalan Kaki Beraksi di Tengah Parkir Liar Trotoar Cikini

Cuitan @trotoarian mendapat respons penuh kemarahan dari para pengguna twitter. Pemilik akun @royanlumiad bahkan memention dua perusahaan jasa ojek online untuk mengedukasi para mitranya agar lebih menghargai pedestrian.

"@gojekindonesia @GrabID bisa di edukasi ga drivernya?" tulis @royanlumiad.

Sedangkan @AndriSitumorang  menyebut kejadian di dalam video itu adalah potret sehari-hari sebagian besar trotoar Jakarta yang sedang direvitalisasi oleh Pemprov DKI. Beton penghalang motor pun bisa digeser oleh para pengendara agar mereka bisa mengokupasi trotoar.

"Ini penyakit harian. Di pangkal udah dikasi kubus beton berjejer utk penghalang. Malah digeser rame2 biar ad celah utk masuk," tulisnya.

"Udh kebiasaan om... Malah kmrn gw liat masih bocah berdua udah lawan arah? Berarti kan ngikutin orang tuanya," tambah @aldithedexstrom.

AYO BACA : Ditinggal Nadiem, Perkenalkan Pemimpin Baru Gojek

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar