Yamaha

Kalibaru, Lokasi Percontohan Program Pengentasan Warga dari Kemiskinan

  Jumat, 13 Desember 2019   Aldi Gultom
Ilustrasi kemiskinan di Jakarta. (Antara)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara dipilih menjadi proyek percontohan pengentasan kemiskinan.  

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyiapkan program kolaboratif penanggulangan kemiskinan di wilayah perkampungan Jakarta. 

Kemarin (Kamis, 12/12/2019), berlangsung Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Penanggulangan Kemiskinan yang dilakukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi DKI Jakarta di Ruang Pertemuan Blok G, Balaikota Jakarta.

Rakerda ini menghasilkan deklarasi pengarusutamaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) berbasis kawasan untuk pengentasan kemiskinan di Kelurahan Kalibaru. 

Proyek percontohan ini dilakukan dengan kolaborasi antara unsur pemerintah dan non pemerintah yang meliputi akademisi, dunia usaha, organisasi non pemerintah, filantropi serta unsur masyarakat lokal di Kelurahan Kalibaru.

Mereka yang terlibat antara lain Bappeda (unsur pemerintah), Universitas Indonesia (unsur akademisi), PT Astra International Tbk (unsur dunia usaha), Yayasan Hidung Merah (unsur NGO), BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta (unsur filantropi), serta PKK Kelurahan Kalibaru (unsur masyarakat lokal). 

“Kami menggunakan salah satu tempat yang paling kompleks masalahnya, dikerjakan secara kolaborasi, dari pemerintah, dari unsur dunia usaha, dari akademisi, dari NGO, dan dari unsur komunitas masyarakat setempat, bersama-sama menyiapkan programnya, merencanakan, dan eksekusi," kata Anies.

Pengalaman di Kalibaru itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan di tempat-tempat lain, sekaligus dengan program Community Action Plan. 

"Jadi, kita ingin kampung-kampung yang masyarakatnya berstatus sosial-ekonomi rendah ditingkatkan kesejahteraannya. Sehingga nanti menjadi kampung yang baik dan sehat,” ucap Anies.

Menurut Anies, saat ini bangsa Indonesia menghadapi masalah kemiskinan dan ketimpangan yang mengandung komplikasi psikologis dan sosiologis. Karena itu, mengatasi kemiskinan di Jakarta menjadi sebuah tantangan unik.

Di Jakarta, lanjutnya, migrasi dan urbanisasi berjalan secara terus menerus. Sehingga memiliki satu persoalan yang kompleksitasnya lebih tinggi dibanding daerah lain di Indonesia.

Anies menggambarkan arus urbanisasi di Jakarta menciptakan kehidupan masyarakat miskin yang ekstrem. Misalnya perkampungan padat dengan kondisi kesehatan masyarakat, sirkulasi udara perumahan, intensitas cahaya perkampungan, hingga kondisi psikologis berada dalam kesendirian.

Dalam rentang waktu lima tahun (2017-2022), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Tingkat Kemiskinan turun sebanyak 1 persen, yakni dari 3,78 persen pada tahun 2017 menjadi 2,78 persen pada tahun 2022, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar