Yamaha

Sepi, Banyak Peminat Rumah DP 0 Rupiah Terganjal Kemampuan Bayar Cicilan

  Jumat, 13 Desember 2019   Aldi Gultom
Suasana di sekitar kawasan rusunami Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (25/7/2019). (ANTARA/Sugiharto Purnama)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Program Rumah DP 0 Rupiah yang dibuat Pemprov DKI Jakarta masih sepi peminat. 

Hal ini terlihat hunian rumah susun Solusi Rumah Warga (Samawa) yang telah diluncurkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Hunian tersebut memiliki kapasitas 780 unit, yang terdiri atas 21 lantai. Para penghuni mengisi lantai 2 sampai lantai 21.

Dari pantauan Republika pada Selasa (10/12/2012) di bagian lobby dan lantai 2 rusun, hanya sedikit penghuni yang terlihat lalu-lalang. Ada juga beberapa sekuriti tengah berjaga di lobby dan area lain. Pelayanan pendaftaran calon penghuni pun masih dibuka.

Seorang penghuni lantai 2, Herawati Alamsyah, mengaku sudah mempati unit tipe dua kamar itu selama hampir 2,5 bulan bersama tiga anggota keluarganya, yaitu anak dan suami.

Menurut Herawati, penyebab penghuni rusun masih sepi adalah Pemprov DKI Jakarta yang melakukan penyaringan secara selektif terhadap calon penghuni. Anaknya yang telah melakukan proses akad kredit, Afrida Harahap, telah memenuhi syarat yang diajukan yaitu memiliki KTP domisili Jakarta, belum memiliki rumah dan memiliki komponen penghasilan minimum Rp 4 juta dan maksimal Rp 7 juta.

"Alhamdulillah, dari ribuan pendaftar, akhirnya anak saya bisa lolos persyaratan," tutur Herawati, dikutip dari Republika.

AYO BACA : Gubernur Anies: Pemohon Rumah DP 0 Rupiah Wajib Punya Tabungan di Bank

Keluarganya mencicil hunian tersebut dengan jangka waktu 17 tahun dengan angsuran sekitar Rp 2,5 juta untuk tipe dua kamar. Menurutnya, dengan DP 0 Rupiah, fasilitas yang disediakan sangat memadai.

"Kalau untuk sekelas rusun dengan DP 0 rupiah biasanya kan rusun-rusun lain cuma pakai tangga dan biasa saja. Terus ini sudah ada lift sudah bisa dibilang semi-apartemen," ujar dia.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, mengatakan, salah satu faktor yang membuat tingkat hunian di Klapa Village masih rendah adalah beberapa persyaratan dari Bank DKI yang membuat banyak calon penghuni tidak memenuhi syarat lolos mengambil rumah DP 0 Rupiah. 

"Padahal, peminatnya banyak, tapi tidak memenuhi syarat," kata Kelik, Kamis (12/12/2019).

Dari 780 rumah hunian di Kelapa Village, baru sekitar 100 unit yang terisi. Biasanya syarat yang memberatkan calon penghuni adalah kemampuan membayar kredit mereka. 

"Kalau boleh saya bilang, peminat ada yang punya kredit lain, misal, elektronik, motor, mungkin ketika pihak bank mengecek mereka enggak masuk," ujar dia.

Bagi warga yang ingin mengambil rumah DP 0 Rupiah namun tidak bisa membayar cicilan karena terganjal pembayaran bulanan, ia sebut ada opsi lain. 

"Untuk pihak yang mau mengambil, namun tidak mampu mencicil, silakan bergabung ke rusunawa," tambahnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar