Yamaha

Anies Copot Pelaksana Tugas Kepala Disbudpar

  Selasa, 17 Desember 2019   Aprilia Rahapit
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Ayojakarta.com/Aprilia Rahapit)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Usai pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada diskotek Colosseum yang kemudian dibatalkan, hari ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mencopot Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). 

Penghargaan kepada Colosseum dinilai banyak kalangan tidak sejalan dengan misi Anies menutup tempat-tempat maksiat. 

Pada Senin (17/12/2019), Pemprov DKI Jakarta mencabut penghargaan tersebut karena catatan merah pengunjung pada 7 September 2019, melalui laporan surat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada 10 Oktober 2019.

Kemudian, Anies memutuskan untuk mencopot Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Alberto Ali, dan akan digantikan oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian, Sri Haryati.

"Diganti dengan Ibu Sri Haryati. Jadi begini, semangat kita membangun suasana pariwisata yang maju, tapi juga pariwisata yang secara nilai dan secara aturan hukum aman. Nah, kelalaian mereka sudah jelas ada surat bulan Oktober masih tetap diproses sebagai kandidat untuk dapat penghargaan," ungkap Anies di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Seharusnya, kata Anies, Alberto menindaklanjuti laporan catatan merah yang diberikan BNN DKI Jakarta.

"Seharusnya kan diproses laporannya, kok malah dikasih penghargaan, kebayang kan? Lah fatal dong. Sebuah tempat jelas-jelas ada laporan bulan Oktober, malahan bulan Desember dikasih penghargaan. Terbayang kan?" sambungnya.

Pemprov juga telah memberikan teguran kepada orang yang telah memberikan penghargaan kepada Colosseum, yang diketahui diputuskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan SK nomor 388 tahun 2019 tentang penetapan pemenang Adikarya Wisata 2019 yang dibubuhi tanda tangan cetak bukan basah atas nama Pemprov DKI. Dalam hal ini, Anies juga menegaskan bahwa bukan berarti tanda tangan tersebut dipalsukan.

"Jadi seperti wisuda, rektor memang menandatanganinya. Dicetak, iya. Terus kalau SIM? Dicetak. Jadi bukan pemalsuan. Cuma itu tanda tangan yang dilakukan secara banyak untuk piagam," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah memeriksa tim penilai atas pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 yang diberikan kepada 31 pihak.

"Sekarang lagi diperiksa. Nanti kita lihat di mana letak kesalahannya," terangnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar