Yamaha

Fahira: Award Diskotek Colosseum Bentuk Pembangkangan Kepada Anies

  Selasa, 17 Desember 2019   Editor
Ilustrasi diskotek (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Setelah mencabut atau membatalkan pemberian award penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta mengevaluasi izin diskotek tersebut. Evaluasi ini adalah langkah yang harus ditempuh untuk menindaklanjut rekomendasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

"Saya harap Pemprov DKI segera putuskan nasib diskotek ini. Jika nanti memang direkomendasikan oleh BNNP DKI Jakarta untuk ditutup, ya segera ditutup. Saya juga minta Pak Anies, mengusut tuntas kenapa Diskotek Colosseum yang oleh BNPP mendapat catatan dan menjadi perhatian khusus justru malah mendapat award. Saya sebagai Anggota DPD DKI Jakarta sangat kecewa atas pemberian award ini," tukas Fahira Idris melalui keterangan tertulis, Selasa (17/12/2019).

Pemberian award kepada diskotek tersebut dianggap mengabaikan rekomendasi BNPP DKI Jakarta dan lalai menjalankan perintah gubernur yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata terkait sanksi administratif terhadap pelanggaran narkotika, prostitusi dan perjudian.

Menurut Fahira, penutupan Alexis tahun lalu harusnya menjadi pengingat bagi semua jajaran Pemprov DKI bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak mau kompromi sedikit pun terhadap pelanggaran yang dilakukan tempat hiburan malam.

"Bagi saya pemberian award kepada Diskotek Colosseum bentuk pembangkangan terhadap komitmen Gubernur Anies menertibkan tempat hiburan malam yang bermasalah. Pak Anies juga perlu kembali menegaskan komitmennya agar ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkas Fahira.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (16/12/2019) mencabut penghargaan Adikarya Wisata yang ditujukan untuk Diskotek Colosseum. Tempat hiburan malam tersebut menjadi sebagai pemenang kategori diskotek dalam acara yang digelar di Hotel JW Marriott Jakarta pada Jumat (6/12/2019).

Salah satu bahan fakta dan alasan pencabutan yaitu berdasarkan informasi dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Dalam laporan yang disampaikan BNNP, Diskotek Colosseum disebut menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian khsusus karena kasus narkotika.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar