Yamaha

PLN dan Industri Diminta Segera Pasang Alat Ukur Kualitas Udara

  Rabu, 18 Desember 2019   Aprilia Rahapit
Continuous Emission Monitoring System (Gasmet.com)

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta meminta PT PLN segera memasang alat ukur kualitas udara atau Continuous Emission Monitoring System (CEMS) delapan unit di cerobong asap perusaahaan pelat merah tersebut. Saat ini, baru terpasang empat unit.

Permintaan tersebut ditujukan tidak hanya untuk PLN, melainkan juga industri-industri lainnya yang berdampak pada kualitas udara, khususnya di wilayah Jakarta Utara.

“Perusahaan tersebut tergolong wajib memasang CEMS. Jumlahnya delapan cerobong,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Andono Warih di Balai Kota Jakarta, Rabu (18/12/2019).

CEMS, kata Andono, diperlukan untuk mengukur asap yang dihasilkan industri, guna mengantisipasi pencemaran udara.

“Pencemaran kan ketika melebihi baku mutunya. Nah baku mutu ini untuk diketahui perlu diukur. Dan inilah, CEMS alat untuk ukurnya, yang berkelanjutan dan juga bisa memonitor,” ujarnya.

Dinas LH hingga saat ini terus melakukan evaluasi terhadap cerobong asap industri-industri. Dimana evaluasi tersebut akan menjadi tolak ukur keperluan mana saja industri-industri yang perlu memasang CEMS.

“Ini kami ngomong pencemaran udara ya. Kami pastikan alat ini. Kami mau lihat emisi yang dihasilkan oleh industri tersebut tetap dalam batas yang bisa diterima,” tandas Andono.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar