Yamaha

16 Bulan Kursi Wagub Kosong karena Permainan Politik PKS dan Gerindra

  Kamis, 19 Desember 2019   Aprilia Rahapit
Pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro (kiri). ( Ayojakarta.com/Farsya Adilah Kamalia)

MENTENG, AYOJAKARTA.COM -- Bertele-telenya penetapan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno mengindikasikan ada intrik politik yang kuat di antara partai pengusung, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra. 

"Sandi (Sandiaga Uno) resign tentunya harus ada pengganti dan amanah itu sudah sangat jelas disampaikan UU. Jadi peraturannya sudah sangat jelas, harus segera direkrut," ungkap pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, dalam diskusi publik "Mencari Pendamping Anies, Mungkinkah Cawagub Alternatif?" di Gedung Djoeang 45 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019). 

Siti mengatakan, 16 bulan kursi Wagub DKI masih kosong membuat kepemimpinan ibu kota pincang.

"Ini lesson learn yang luar biasa, 16 bulan kursi Wagub kosong, Dwi Tunggal tidak muncul, adanya Anies sendirian. Sandi mundur tapi kehendak rekrut calon sangat lambat," ujarnya. 

AYO BACA : Usulkan Kandidat Wagub DKI, Syaikhu Sesalkan Manuver Politik Gerindra

Ia menduga ada permainan politik yang kuat karena PKS dan Gerindra sama-sama ingin memiliki representasi politik yang kuat di Jakarta. 

"Pertanyaan selanjutnya tentang sebab dari alotnya pembahasan itu. Jangan-jangan fungsi representasi tadi itu yang dipertanyakan," ujar Siti yang kemudian menegaskan bahwa secara hukum penetapan Wagub harus harus dilakukan.

Sebetulnya PKS telah mengusulkan dua nama kadernya untuk posisi Wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Dua nama itu sebelumnya sudah disepakati bersama Gerindra. Tapi kemudian Gerindra ikut mengusulkan empat nama yakni Saefullah yang saat ini sebagai Sekretaris Daerah (Sekda DKI), Arnes Lukman, Ferry Juliantono, dan Riza Patria. 

Ketua Fraksi Gerindra, Muhamad Taufik, menyebut, empat nama tersebut diusulkan karena persiapan proses penetapan Wagub belum juga dilaksanakan. 

"Sekarang kan setahun enggak jalan (pemilihan cawagub), terus masak enggak dievaluasi? Sementara ini (keputusan Wagub) enggak jalan kan repot, Makanya harus dievaluasi," ujar Taufik saat dihubungi wartawan, Jumat 15 November 2019.

AYO BACA : Gerindra Pastikan Dua Kandidat Wagub Muncul Akhir Tahun

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar