Yamaha

OIC Youth Indonesia Sayangkan Jokowi dan Maruf Absen di Kuala Lumpur Summit 2019

  Jumat, 20 Desember 2019   Widya Victoria
Dok foto. OIC Youth Indonesia

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebanyak 258 delegasi dari 52 negara dan 150 delegasi Malaysia mengikuti Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) yang berlangsung 18-21 Desember 2919. 

Pertemuan ini mengusung tema The Role of Development in Achieving National Sovereignty. Tujuannya mempertemukan  para pemangku kepentingan seperti akademisi, politisi, tokoh intelektual hingga pemimpin dunia dari negara-negaran muslim dan membahas kepentingan bersama.

Dalam sambutan pembukanya, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad mengatakan bahwa saatini dunia muslim berada dalam “state of crisis” dan berharap adanya solusi yang dapat segera diimplementasikan di negara-negara muslim dunia. 

Mahathir juga mendorong aksi dari Hassan Rouhani selaku Presiden Iran, Presiden Tukri, Recep Tayyip Erdogan dan Qatar Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang dalam pidatonya menyebutkan nasib orang-orang Palestina yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya berada dalam jajahan Israel. 

Forum ini membahas berbagai isu yang dihadapi, seperti krisis migrasi Rohingya, kekerasan muslim Uighur di China, perang Yemen, kesetaraan gender, dan kesenjanganeEkonomi di Kawasan Timur Tengah.

"Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, memiliki peran penting dalam pertemuan KTT ini, namun, sangat disayangkan Presiden Jokowi, yang sebelumnya sudah masuk ke dalam daftar pembicara, tidak dapat hadir," kata Tantan Taufiq Lubis mewakili OIC Youth Indonesia, yang juga merupakan Asia
Region Representative Islamic Cooperation Youth Forum. 

Begitupula dengan Wakil Presiden Maruf Amin yang membatalkan kehadiran karena faktor fisik yaitu kelelahan. Pemimpin dunia lainnya yang absen dalam pertemuan ini adalah Saudi Arabia dan Pakistan. 

Ke depannya Tantan berharap agar forum KTT ini dapat menghasilkan kesepahaman dan kesepakatan tentang penguatan kerjasama negara-negara muslim dalam berbagai aspek, baik itu penguatan kolaborasi ekonomi dan politik juga dalam hal kerja sama kebudayaan dan pendidikan serta komitmen pembangunan dan pemberdayaan pemuda muslim. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar