Yamaha

Begini Antusiasme Peserta Markoding Innovation Challenge Saat Diarahkan Putri Ayudya

  Minggu, 22 Desember 2019   Aprilia Rahapit
Putri Ayudya mengarahkan peserta Markoding Innovation Challenge

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Sejumlah narasumber dari berbagai profesi hadir dalam kegiatan "Markoding Innovation Challenge". Mereka mengarahkan 81 anak-anak marjinal untuk menciptakan sebuah aplikasi digital dari suatu permasalahan di dalam diri mereka sendiri.

Para narasumber atau volunteer program yang diinisiasi Unicef dan Markoding ini dengan semangat mengarahkan para peserta yang kritis dan berinovasi dari permasalahan yang mereka dapatkan. Mulai dari masalah mental health, waste management, entrepreneurship, pelatihan kerja, hubungan keluarga, ketidakadilan hukum, hingga terkait rasisme.

Salah seorang narasumber yakni Putri Ayudya, pemeran Film Ratu Ilmu Hitam dan Gundala ini mengaku bangga mengikuti kegiatan ini, sebab para peserta antusias meminta arahan dan pendapatnya terkait dengan perfilman. Mereka mulai bertanya terkait dengan ide aplikasi komunitas film indie, film tentang pergaulan bebas, cara memasarkan film, hingga terkait hak cipta film.

"They idea is good, yang harus digali lagi menurut aku adalah on how, dan juga pengetahuannya kalau mereka bikin gitu ketahuan banget bahwa belum mendapatkan cukup informasi bagaimana caranya mendapatkan hak cipta, karena itu penting banget," ungkap Putri kepada Ayojakarta, di Cohive 101, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2019).

Dalam kegiatan ini Putri Ayudya mendapat bagian di kelompok tim yang memang lebih fokus dalam permasalahan seni, dia pun memberikan pemahamannya kepada para peserta, dengan memberikan link dan sumber informasi, serta platform.

"Sekarang itu ada platform edukasi, ada platform distribusinya. Nah mereka itu seperti mengawinkan platform distribusi dan edukasi. Verry good, apalagi kalau bisa diakses sama semua kalangan, ini jadi misi yang baik karena dunia film kekurangan crew film," ujarnya.

Narasumber lainnya, Laura Merrylin sebagai Podcaster Mental Health, mengarahkan salah satu tim perserta yang memiliki isu terkait Mental Health.

Salah satu isu yang ditekankan, kata Laura, adalah soal bullying, Laura pun menyarankan mereka untuk membuat platform grup untuk menyatukan korban bullying.

"Ngasih sarannya, aku sih bilang kalau itu penting banget, misalnya buat program sesuatu yang berhubungan sama bullying semacam kalau kayak kaskus dibuat grup di mana orang yang kena bully ini saling menguatkan," ungkapnya.

Laura mengaku senang dengan kegiatan ini, lantaran para peserta yang kritis dan pintar.

"Senang banget karena tadi mereka itu anak-anaknya pada pintar-pintar banget, terus banyak nanya, terus harapannya mereka berkembang," tandasnya.

Untuk diketahui, dari 81 peserta akan diseleksi kembali menjadi 12 peserta yang terbagi menjadi empat tim. Mereka yang lolos menjadi empat tim ini mendapatkan kesempatan scholarship untuk membuat website, aplikasi, games hingga animasi secara prototype selama dua bulan, dengan jadwal pelatihan pada setiap hari Sabtu dan Minggu.

Platform yang mereka buat nantinya akan menjadi solusi melalui scholarship tersebut dari permasalahan yang mereka dapatkan, nantinya karya mereka akan ditinjau kembali pada 12 Maret 2020 mendatang.

 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar