Yamaha

Keberagaman Kunci Perayaan Natal Warga Indonesia di Korsel

  Rabu, 25 Desember 2019   Widya Victoria
Perayaan Natal WNI di Youido Baptist Church, Seoul (KBRI Seoul)

SEOUL, AYOJAKARTA.COM -- Selama beberapa hari udara di Kota Seoul selalu berada pada titik beku, suasana sedikit gelap, berkabut dan murung.  

Namun cuaca tiba-tiba menghangat pada perayaan Natal yang dihelat masyarakat Indonesia di Kota Seoul, Ansan, Incheon, Gyeonggido dan sekitarnya yang dipusatkan di Youido Baptist Church, berjarak lima menit berjalan kaki dari KBRI Seoul, Rabu (25/12/2019).

Tak kurang dari 350 warga Indonesia berkumpul bersuka cita merayakan Natal di Negeri Ginseng ini. Bukan saja WNI penganut agama Kristen dan Katolik, WNI beragama Islam dan Hindu pun tampak hadir berbagi keceriaan. 

Wakil Kepala Perwakilan RI di Korea Selatan Siti Sofia Sudarma mengawali sambutannya dengan menekankan jati diri Bangsa Indonesia yaitu keberagaman.

''Indonesia diberkati dengan keragaman yang luar biasa. Baik suku bangsa, adat istiadat, bahasa, maupun agama. Saya sangat bangga bahwa keragaman tersebut tercermin dari masyarakat Indonesia yang hadir pada perayaan Natal kali ini. Untuk itu, marilah kita jadikan perayaan Natal kali ini untuk berbagi kegembiraan dan kebahagiaan seraya merayakan indahnya keberagaman,'' pesan Sofia. 

Selain keberagaman etnik dan agama yang merayakan Natal, berbagai keberagaman sajian hiburan Natal pun turut di persembahkan dari berbagai perwakilan Gereja Indonesia yang ada di Negeri Ginseng ini. Tak hanya lagu-lagu pujian, drama hingga pertunjukan Balet dan K-Pop Dance pun turut ditampilkan. Bukan saja oleh umat yang telah matang usia, anak- anak dan balita pun unjuk kemampuan. 

Perayaan Natal WNI diawali ibadah Natal dengan liturgi yang di laksanakan di Gereja masing-masing. Setelah itu, seluruh umat Kristen dan Katolik dan lain-lain yang berdomisili di Seoul, Incheon, Ansan, dan sekitarnya beranjak ke Youido Baptist Church untuk merayakan Natal Bersama.

Terdapat tak kurang dari 22 Gereja Indonesia yang tersebar di seluruh Korsel. Sebelumnya, gereja-gereja Indonesia di daerah selatan Korsel yaitu di Changwon, Busan dan Daegu juga telah mengadakan perayaan Natal bersama pada Minggu (23/12/2019). Perayaan tersebut dihadiri sekitar 180 jemaat yang sebagian besar terdiri dari para pekerja migran Indonesia, mahasiswa dan komunitas masyarakat Indonesia lainnya. 

Di Korsel Natal merupakan hari raya resmi dan dihitung sebagai hari libur nasional. Aktivitas perkantoran dan sekolah diliburkan pada hari itu. Walaupun sebagian besar masyarakat Korsel tidak memeluk agama tertentu, namun Kristen merupakan agama dengan pemeluk terbanyak. Tak heran perayaan Natal di Negeri Gingseng berlangsung meriah. Momen ini pun sering dimanfaatkan oleh para penyanyi Korea untuk mengeluarkan winter album atau sekadar single lagu Natal.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar