Kementerian PUPR Prioritaskan Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi Korban Banjir Bandang di Lebak

  Rabu, 08 Januari 2020   Aldi Gultom
Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Direktorat Jenderal Cipta Karya telah mengirimkan prasarana dan sarana yang sudah tersebar di beberapa titik posko pengungsi di Kabupaten Lebak. (Birkom Kementerian PUPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari para korban dan pengungsi. 

Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono,  menindaklanjuti kunjungan Presiden Jokowi kepada warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak, Provinsi Baten, pada Selasa (7/1/2020). 

“Kami sangat peduli dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Kami juga manfaatkan instalasi pengolahan air minum (IPA) terdekat maupun IPA mobile  untuk mensuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian”, kata Menteri Basuki, Rabu (8/1/2020). 

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Direktorat Jenderal Cipta Karya telah mengirimkan  prasarana dan sarana yang sudah tersebar di beberapa titik posko pengungsi di Kabupaten Lebak, seperti di Kecamatan Sajira dan Lebak Gedong yang meliputi 4 unit mobil tangki air berkapasitas 4000 liter/detik, 12 unit Hidran Umum berkapasitas 2000 liter/detik, 3 unit tenda pleton pengungsi, Toilet Mobil sebanyak 3 unit, 1 unit  Dump Truck, serta 15 orang petugas.

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Lebak telah mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur yakni 22 buah jembatan gantung non permanen, 3 buah jembatan gantung non permanen, 3 buah jembatan komposit, 1 buah jembatan rangka, serta 2 buah jalan kabupaten. 

"Dalam dua minggu ini jembatan yang rusak akan kita mulai kerjakan, agar konektivitas antar desa dapat kembali normal," terangnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar