AS Surati PBB: Pembunuhan Soleimani Sesuai Hukum Internasional

  Kamis, 09 Januari 2020   Widya Victoria
Presiden AS, Donald Trump (AFP)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Amerika Serikat menyatakan akan mengambil tindakan lebih yang diperlukan untuk melindungi pasukan dan kepentingan mereka di Timur Tengah 

Seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (9/1/2020), dalam sepucuk surat kepada Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Duta Besar AS Kelly Craft menyebutkan bahwa pembunuhan petinggi militer Iran Jenderal Qasem Soleimani di Baghdad pada Jumat (5/1/2020) dibenarkan berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, yang mencakup hak individu atau bersama untuk membela diri terhadap serangan bersenjata. 

Menurut Pasal 51, negara-negara diharuskan untuk "segera melaporkan" kepada Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara atas setiap segala tindakan yang ditempuh dalam melaksanakan hak bela diri. Amerika Serikat menggunakan Pasal 51 untuk membenarkan mengambil tindakan di Suriah terhadap Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS) pada tahun 2014.

Senator Utah Mike Lee, yang merupakan anggota Partai Republik Presiden AS Donald Trump, mempertanyakan pertemuan rahasia pemerintah mengenai pembunuhan Jenderal Soleimani. Ia menyebutnya pertemuan terburuk yang pernah dihadirinya.

Dalam konferensi pers di Washington DC, Lee kepada wartawan, mengaku sangat kecewa pejabat intelijen Trump menolak untuk memberikan informasi yang mengarah pada keputusan presiden untuk memerintahkan pembunuhan Soleimani.

Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan CNN, Senator Demokrat Chris Murphy mengatakan, tidak ada bukti ancaman segera dan spesifik dari Soleimani untuk AS mengambil tindakan. 

"Itu cukup mengejutkan bagi kami, kurangnya bukti. Tanpa itu, presiden tidak memiliki wewenang untuk mengambil tindakan militer, tanpa datang ke Kongres terlebih dahulu."

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar