Trump Melunak Setelah Dibombardir Rudal Iran

  Kamis, 09 Januari 2020   Widya Victoria
Presiden AS, Donald Trump (AFP)

WASHINGTON, AYOJAKARTA.COM -- Donald Trump memberi sinyal Amerika Serikat tidak akan menanggapi serangan Iran di Irak, secara militer. 

Diapit oleh penasihat keamanan nasional utamanya, Trump dalam pidatonya pada Rabu (8/1/2020) yang disiarkan televisi dari Gedung Putih mengatakan, tidak ada nyawa AS atau Irak setelah Iran menembakkan lebih dari selusin rudal balistik. Serangan itu kata Trump, hanya menghasilkan "kerusakan minimal".

Pangkalan Irbil dan Al Asad diserang Rabu pagi waktu setempat.

Trump yang sebelumnya mengancam tindakan militer "tidak proporsional" terhadap Iran jika terjadi serangan balasan, mengatakan bahwa AS akan segera menjatuhkan sanksi keuangan dan ekonomi tambahan kepada negara penganut ajaran Syiah terbanyak itu. 

"Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia," kata Trump seperti dilansir dari BBC, Kamis (9/1/2020).

Dia juga mengatakan bahwa kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik. "Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya."

Menteri Pertahanan Mark Esper menyebutkan sebanyak 16 rudal diluncurkan dari setidaknya tiga lokasi di Iran.

"11 dari mereka menyerang pangkalan udara di Al Asad, barat Baghdad, dan setidaknya satu lagi menghantam pangkalan Irbil," katanya.

Beberapa rudal lainnya mendarat agak jauh dari target.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar