YLKI: Skandal Jiwasraya dan Asabri Tanggung Jawab OJK!

  Selasa, 14 Januari 2020   Editor
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi (Tribunnews)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuntut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertanggung jawab atas kasus pengelolaan portofolio investasi, khususnya di saham pada PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri. 

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, yang bertugas memantau investasi baik yang dilakukan oleh Jiwasraya dan Asabri adalah OJK. Terlebih, Jiwasraya dan Asabri melaporkan portofolio investasinya ke OJK tiap bulan.

"OJK yang kita tuntut dan satgas investasi," kata Tulus saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Tak hanya OJK, Tulus juga mengatakan pihak-pihak perbankan yang menjual produk asuransi tersebut turut bertanggung jawab atas skandal ini. 

"Sudah tahu enggak capable, bank nya juga harus tanggung jawab," katanya.

Dalam catatan YLKI sepanjang 2019, sebanyak 50 persen para nasabah mengaku kesulitan dalam mengklaim asuransi yang mereka punya.

Pengaduan asuransi di YLKI di mana 50 persen lebih konsumen tidak bisa klaim dalam polisnya dari 21 aduan.

"Apa tidak memahami isi polis atau perusahaan berkelit dengan berbagai cara, ini preseden buruk 50 persen aduan masalah asuransi dana konsumen tidak bisa diklaim," katanya.

Diketahui, penyebab ambruknya kinerja dua BUMN ini karena pengelolaan penempatan dana investasi. Baik Jiwasraya maupun Asabri, sama-sama tersandung saham gorengan.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar