Perseteruan Iran Vs AS, Ini Nomor Hotline yang Bisa Dihubungi WNI di Arab Saudi

  Selasa, 14 Januari 2020   Editor
Kepulan asap terlihat dari fasilitas minyak Arab Saudi. (Video diperoleh Reuters/via Reuters)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan serta mendahulukan keselamatan diri menyusul situasi di Timur Tengah yang semakin panas akibat pertikaian Amerika Serikat dan Iran.

"Tetap beraktivitas seperti biasa, tidak panik, namun menjaga kewaspadaan terutama di tempat-tempat keramaian," ujar salah satu poin imbauan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah yang diterima Antara, Selasa (14/1/2020).

KJRI juga meminta WNI untuk memantau situasi terkini dengan mengikuti perkembangan berita, antara lain yang dapat diakses melalui akun media sosial KJRI Jeddah di situs resmi, Facebook, Instagram, dan Twitter. 

KJRI Jeddah pun menyediakan sambungan hotline di nomor +966 503609667 agar WNI senantiasa dapat menjaga komunikasi.

Sementara bagi WNI yang belum melakukan proses lapor diri, KJRI meminta agar mereka segera mendatangi langsung kantor KJRI Jeddah atau mengisi formulir lapor diri secara daring melalui www.peduliwni.kemlu.go.id

Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS melakukan serangan di Baghdad, Irak yang menewaskan pimpinan militer Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani pada 3 Januari lalu.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan pada 8 Januari dengan menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS. Namun, Presiden AS Donald Trump mengklaim tidak ada warga AS yang menjadi korban atas insiden itu.

Pada hari yang sama, pesawat komersil jet Boeing 737-800 milik Ukraina ditembak jatuh, beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini di ibu kota Tehran. Peristiwa itu menewaskan seluruh 176 penumpang di dalamnya.

Belakangan, pada 11 Januari, Iran secara resmi mengakui penembakan tersebut dilakukan karena human error pada pasukan keamanan negara itu. Presiden Ukraina, juga Presiden Kanada yang sebanyak 57 warganya menjadi korban tewas dalam insiden penembakan pesawat itu, menuntut Iran mempertanggungjawabkan perbuatannya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar