Yamaha

Helmy Yahya Angkat Bicara, Dipecat Dewas TVRI Gara-gara Liga Inggris

  Jumat, 17 Januari 2020   Hendy Dinata
Mantan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya. (Antara Foto/Muhammad Adimaja)

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Helmy Yahya buka suara. Mantan Direktur Utama TVRI itu menggelar konferensi pers untuk membeberkan kronologis pemecatannya yang mendadak.

Helmy mengaku terkejut ketika dia tiba-tiba dinonaktifkan Dewan Pengawas TVRI pada 4 Desember 2019. 

"Saya kaget. Saya tidak tahu ada apa sebenarnya. Oleh karena itu, saya melakukan perlawanan, mengatakan SK itu tidak sah. Akhirnya dimediasi Kemkominfo dan berjalan terus. Saya diminta untuk tidak bicara di media," terang Helmy dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2020). 

"Kemarin sebagai Dirut enggak boleh ngomong. Sekarang sudah resmi enggak Dirut, boleh ngomong." ucapnya.

Helmy dilantik menjadi Dirut TVRI pada 29 November 2017 dengan penunjukan selama lima tahun.

Kemarin, (Kamis, 16/1/2020) ia resmi diberhentikan. Padahal, sebelumnya ia sudah mengadukan permasalahannya dengan Dewas ke DPR, BPK, bahkan Mensesneg. Para pihak itu menegaskan tidak boleh ada pecat-memecat.

"Saya sampaikan surat pembelaan saya pada 18 Desember. Lampirannya 1.200 halaman. Suratnya 27 halaman," terangnya.

Helmy menegaskan, seluruh jajaran Direksi TVRI yang berjumlah 6 orang membelanya dari keputusan Dewas TVRI.

Dari penjelasan Helmy, ternyata hak siar Liga Inggris menjadi alasan Dewas memecatnya dari posisi Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI. 

Tidak terima dengan keputusan tersebut, Helmy Yahya akan mengambil jalur hukum dan melakukan pembelaan. 

“Ya, pada kesempatan ini saya memberi penjelasan pembelian program berbiaya besar Liga Inggris itu saja,” tutur Helmy 

Dewan Pengawas TVRI menyebut Helmy Yahya tidak memberi laporan terkait penyiaran Liga Inggris yang memakan biaya besar, dan tidak masuk dalam anggaran TVRI. Tetapi Helmy membantah. Program tersebut telah dilaporkan.

"Apa betul kami ambil Liga Inggris ini tidak diketahui Dewan Pengawas? Siaran Liga Inggris sudah kami sampaikan ke Dewas pada 17 Juli 2019. Rapat dipimpin Ketua Dewas (Arief Thamrin). Kami sampaikan jenis kerjasamanya, programnya," ucap Helmy.

"Kami kerjasama dengan Mola TV untuk menayangkan Liga Inggris. Ini rezeki anak saleh," tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar