Kejagung Periksa Saksi dari Internal Jiwasraya, Pengelola Saham Hingga BEJ

  Kamis, 23 Januari 2020   Widya Victoria

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Untuk menindaklanjuti pengusutan megaskandal jiwasrayagate, penyidik Kejaksaan Agung kembali menggarap sejumlah petinggi perusahaan asuransi dan investasi.

Paling tidak, sebanyak 14 orang yang telah dipanggil untuk diperiksa penyidik Pidsus di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung pada Rabu (22/1/2020).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono menuturkan, awalnya sembilan orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Jelang tengah hari bertambah menjadi 14 orang.

“Dari ke-14 saksi tersebut, dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu, saksi-saksi dari internal PT Asuransi Jiwasraya, yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat lagi atau yang sudah mantan. Kelompok kedua, saksi-saksi dari pengelola saham atau management investasi. Dan, kelompok tiga, saksi-saksi dari lembaga pengelola transaksi investasi dalam hal ini Bursa Efek Jakarta,” tutur Hari di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Belasan saksi yang digarap penyidik di Gedung Bundar Kejaksaan Agung itu adalah Direktur Maxima Integra Investama, Joko Haryono; Direktur Utama PT Ciptadana Securitas, Ferry Budiman; Koordinator Marketing PT OSO Management Investasi, Ita Puspo; mantan Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya, Lusiana;

Kemudian eks Kepala Divisi Investasi Tahun 2009 PT Asuransi Jiwasraya, Dony S Karyadi; Direktur Milenium Capital Management, Fahyudi Djaniatmadja; PT Jasa Capital Management, Rudolfus Pribadi Agung Sujagad; Direktur PT GAP Asset Management, Muhammad Karim; Direktur PT GAP Asset Management, Soehartanto;
 
Selain itu juga ada Dirut PT Sinarmas Sekuritas Hermawan Hoesin; eks Kepala Divisi Akuntansi PT Asuransi Jiwasraya, Dicky Kurniawan; Kepala Divisi Akuntansi PT Asuransi Jiwasraya, Ony Ardianto; Vera Florida dan Endra Febristyawan dari Bursa Efek Jakarta.

“Pemeriksaan pihak-pihak terkait dalam perkara ini masih akan terus dilakukan pemeriksaan baik sebagai saksi maupun ahli, guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengungkap peristiwa yang sebenarnya,” tutup.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar