Yamaha

15 Orang PMKS Dijaring Sudin Sosial Jakpus Sepanjang Januari

  Sabtu, 01 Februari 2020   Aldi Gultom
Sejumlah gelandangan diamankan ketika razia yang dilakukan oleh Dinas Sosial DKI Jakarta di Kawasan Tanah Abang Jakarta. (Antara/Wahyu Putro)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sepanjang Januari kemarin, 15 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dijaring petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat dari tiga wilayah.

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang atau keluarga yang tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan. Sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya (jasmani, rohani, dan sosial) secara memadai dan wajar.

Hambatan tersebut dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, keturunan sosial maupun perubahan lingkungan (secara mendadak) yang kurang mendukung atau menguntungkan.

"15 orang yang dijangkau, di antaranya adalah anak jalanan, orang dengan masalah kejiwaan, orang terlantar, dan orang mabuk yang tidur di jalan. Dijangkau dari wilayah Senen, Pasar Baru, dan sekitar Pasar Tanah Abang. Mereka dibawa ke panti sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan sosial," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Paranginangin, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Penjangkauan yang dilakukan petugas sosial bertujuan agar tidak membahayakan keselamatan para PMKS. Ia juga mengimbau kepada petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) agar bersikap manusiawi ketika melakukan penjangkauan PMKS. 

"Pendekatan harus humanis, jangan arogan. Kita jangkau mereka, kita selamatkan, bukan razia. Mereka diurus di panti, dikasih fasilitas, dan dibantu lebih manusiawi," tambahnya.

Ngapuli menerangkan, petugas P3S Sudin Sosial juga terus melakukan penjangkauan PMKS pada malam hari. Hal tersebut untuk mempersempit ruang gerak mereka yang beroperasi pada malam hari.

"Ada 10 petugas P3S yang keliling malam hari secara acak. Jika menemukan para PMKS yang terlantar di jalan, langsung kita selamatkan dan dibawa ke panti," jelas Ngapuli. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar