Yamaha

Ingin Adopsi Anak, Ini yang Harus Disiapkan

  Sabtu, 08 Februari 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi Adopsi

AYO BACA : Perempuan Bali Klaim, Tidak Minum Air Setahun Mengaku Lebih Sehat

AYO BACA : Tampil Bergaya Swag, Nenek di Belanda Dilirik Vogue

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Di Indonesia, beberapa alasan yang kerap ditemukan utnuk mengadopsi anak adalah karena pasangan tidak kunjung dikaruniai anak, ingin menambah anak kedua, sebagai 'pancingan' supaya bisa cepat hamil, serta tidak tega melihat anak dari keluarga jauh atau tetangganya terlantar.
Menurut psikolog Sali Rahadi Asih, pasangan suami istri memang harus memiliki niat yang kuat sebelum memutuskan untuk mengadopsi anak. Menurutnya persiapan psikologis amat penting. Persiapan ini adalah bagaimana pasangan suami istri sudah siap menjadi orang tua.

"Intinya, suami dan istri harus sepakat apa alasan mereka untuk mengadopsi anak,” ujar dosen bidang studi psikologi klinis itu lewat siaran pers yang diterima Republika.

Jika hanya salah seorang yang ingin mengadopsi anak padahal pasangannya tidak terlalu menginginkannya, sebaiknya pikirkan kembali keinginan tersebut. Pasalnya bila tetap dilakukan, hal itu dapat menimbulkan konflik di kemudian hari.

Jika sudah mantap, maka pasangan perlu memberi tahu kepada keluarga besar terkait keputusan besar ini. Sangat mungkin keluarga besar akan bertanya. Akan tetapi tujuan mereka sebenarnya butuh diyakinkan apakah pasangan tersebut tahu apa yang dilakukan dan bisa mempertanggungjawabkan alasannya.

Namun jika pasangan memiliki niat yang mantap, kemungkinan besar keluarga akan setuju. Lalu apakah benar stigma terkait kedekatan antara orang tua dan anak kandung akan berbeda dengan antara orang tua dan anak adopsi? Sali menuturkan pada beberapa kasus bisa sama atau berbeda.

“Attachment (kedekatan) itu harus dipupuk. Tidak hanya dengan anak adopsi, dengan anak kandung pun harus dipupuk. Dalam artian pada saat anak memang butuh sesuatu, orang tuanya bisa menyediakannya,” jelas Sali.

Kebutuhan psikologis, primer, dan rasa aman harus diberikan oleh orang tua. Anak adopsi pun harus diberikan pemahaman bahwa sekarang ini ia dan orang tuanya menjadi satu keluarga yang saling menyayangi, bertanggung jawab akan satu sama lain, dan bisa bergantung dengan orang tuanya.

“Saya bertemu beberapa kasus beberapa orang tua sudah memiliki anak, lalu setelah beberapa lama mengangkat anak. Kebetulan anak yang diangkat jauh lebih penurut. Jadi orang tua lebih dekat dengan anak adopsinya,” tambah Sali.

AYO BACA : Sempatkan Hadir di HPN Sebelum ke Australia, Jokowi Ngaku Kapok

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar