Yamaha

Dompet Dhuafa Ajak Pers Berperan Entaskan Kemiskinan

  Selasa, 11 Februari 2020   Hendy Dinata
Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan MARS

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh tiap tanggal 9 Februari, Dompet Dhuafa mengajak insan pers berperan mengentaskan kemiskinan.

Hal tersebut lahir dari gagasan para awak media yang berada di dapur Harian Republika pada tahun 1993, Dompet Dhuafa tak ingin melupakan catatan sejarah tersebut. Dalam konteks kebaikan, pers juga memerankan peranan sentral dalam mendorong dan menghimpun gerakan kebaikan masyarakat.

“Wartawan dan media massa mengemban tugas mulia, tugas kenabian untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan (agar manusia melakukan amar makruf dan nahi munkar). Jurnalisme Profetik adalah Jurnalisme Kenabian. Maksudnya, jurnalisme yang meneladani akhlak dan perilaku mulia para nabi dan rasul. Saya sangat berharap generasi wartawan saat ini menerapkan jurnalisme profetik saat menjalani tugasnya,” ungkap Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, drg. Imam Rulyawan MARS, Selasa (11/2/2020).

Di sisi lain, kiprah insan pers dalam pemberitaan di bidang kemanusiaan turut berkontribusi membangun nilai-nilai kepedulian kepada khalayak masyarakat. Ia mengungkapkan, Dompet Dhuafa, lembaga zakat yang bergerak dalam bidang kemanusiaan ini lahir dari gagasan beberapa Tokoh Pers Nasional.

“Pers sangat diperlukan untuk menyampaikan informasi dan melakukan edukasi sehingga masyarakat menjadi cerdas. Pers juga memiliki peran untuk menginspirasi masyarakat dengan nilai-nilai kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Pers berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat sejahtera yang penuh keharmonisan,” ujar Imam Rulyawan.

Hingga saat ini pers mempunyai peranan sentral dalam mengungkap persoalan kemiskinan sehingga mendapat perhatian dan menjadi prioritas penanganannya. Misalkan, adanya bencana kelaparan, busung lapar dan gizi buruk, sulitnya mengakses modal usaha dan bantuan pemerintah yang berorientasi penanggulangan kemiskinan, lemahnya pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan, permukiman kumuh, tingkat pengangguran begitu tinggi serta perlakuan tidak adil terhadap buruh yang dialami warga miskin.

Peranan pers tersebut, mendorong Dompet Dhuafa untuk sigap bertindak dalam mengentaskan kemiskinan seiring capaian SDG’s pemerintah melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya.

Peran pers diungkapkan Fuji EP yang berkecimpung lima tahun menjadi jurnalis salah satu media nasional, “Saat meliput kegiatan filantropi atau lembaga amil zakat mungkin dianggap tidak seru karena isunya landai. Tapi bagi saya meliput kegiatan filantropi atau lembaga amil zakat justru bahagia. Artinya saya ikut mengkampanyekan gerakan zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf) kepada masyarakat Muslim di Indonesia. Melalui gerakan Ziswaf ternyata banyak hal baik yang bisa dilakukan seperti mengentaskan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial yang menjadi masalah utama di negeri ini,” tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar