Yamaha

Pasien BPJS Meninggal di Selasar RSAM, Anggota DPR: Sangat Tidak Manusiawi, Harus Diberi Sanksi Tegas

  Jumat, 14 Februari 2020   Widya Victoria
Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati (Humas Fraksi DPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Peristiwa meninggalnya seorang pasien di selasar depan ruang rawat penyakit dalam RSU Abdoel Moelok (RSUAM) Lampung, membuat prihatin anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati.

Video peristiwa itu tengah viral di media sosial. 

Mufida mengaku sudah menonton video tersebut seluruhnya. Menurut dia, ada pelanggaran atas hak rakyat mendapat pelayanan kesehatan dari negara. 

Dalam video yang berdurasi 6,9 menit ini menggambarkan ketika keluarga pasien tengah menangis meratapi salah satu anggotanya yang meninggal. Terdengar, seorang perempuan menjerit histeris meminta untuk anaknya segera ditolong. 

"Pak tolong anak saya ini, Ya Allah Lailahailallah, Ya Muhammad Rasullah," ucapnya.

Juga terdegar suara dari salah satu pria yang diketahui ayah dari pasien bernama Muhammad Rezki Mediansor (21).

"Setelah satu hari dititipin di ruangan sana, sekarang baru dipindahin, bukan di sini sebenarnya, ternyata di kuburan," katanya.

"Kenapa harus kayak gitu, saya ini BPJS bayar, BPJS mana tanggung jawabnya, BPJS! Saya ini bayar ke Pemda Pak, saya ini bayar," jerit pria itu.

"Saya ini orang miskin makanya dapat kelas tiga, gak mampu," imbuh dia.

Rezki terjangkit DBD dan dikabarkan sejak tiba di RSUAM hingga meninggal dunia tidak memperoleh perawatan yang maksimal. Bahkan saat meninggal pada Senin sore lalu, tempat tidur Rezki masih di selasar RSUAM, bukan di ruang perawatan.

"Ini sangat tidak manusiawi. Kejadian ini jelas bertentangan dengan UUD RI Tahun 1945 dan nilai-nilai Pancasila," tegas Mufida dalam keterangan pers yang diterima wartawan di Jakarta. 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta pemerintah mengusut tuntas.

"Harus ada pemberian sanksi secara tegas kepada semua pihak yang bertanggung jawab. BPJS Kesehatan juga harus ikut bertanggung jawab dalam kejadian ini," tegas Mufida.

Mufida menambahkan, dengan kenaikan iuran, seharusnya pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS ditingkatkan bukan justru membuat rugi.

Mufida juga menekankan pentingnya pemerintah dan pihak rumah sakit untuk segera mengevaluasi manajemen penanganan pasien secara komprehensif dan detail. 

"Dari peristiwa ini terlihat buruknya SOP penanganan pasien. Ini harus diperbaiki. Kalau SOP berjalan baik, harusnya tidak sampai ada pasien terlantar," demikian Mufida.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar