Musrenbang Kelurahan Cipayung 2020 Rangkum 46 Usulan Prioritas Fisik dan Non-Fisik

  Jumat, 14 Februari 2020   Widya Victoria
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2020 di di Aula Kantor Kelurahan Cipayung, Jaktim, Kamis (13/2/2020).

JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Asisten Ekonomi dan Pembangunan Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2020 di di Aula Kantor Kelurahan Cipayung, Jaktim, Kamis (13/2/2020). 

Dalam sambutannya, Kusmanto yang hadir mewakili Walikota Jaktim menyampaikan sejak berdirinya pemerintahan ini, di tiap kelurahan selalu ada musyawarah rencana (musren). 

“Dulu namanya Unit Kerja Karya Pembangunan dan Temu Karya Pembangunan, terus berubah menjadi Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan), cuma Musrenbang sekarang ini agak berbeda dengan tahun-tahun kemaren, harus rembuk RW dulu,” paparnya

Kusmanto menjelaskan, rembuk RW itu untuk menyaring kebutuhan masyarakat secara langsung sesuai apa yang dibutuhkan bukan yang diinginkan. “Misalnya saluran dan jalan,” jelasnya

Ia menambahkan, selain kebutuhan fisik juga sarana lain seperti kebutuhan pelatihan-pelatihan masyarakat.
 
“Pembangunan fisik memang perlu, tapi masyarakat juga harus di isi ilmunya dengan keterampilan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Kota Jakarta Timur, Toto Suharto memaparkan dari tujuh kelurahan yang mengikuti kegiatan Musrenbang, baru di Kelurahan Cipayung ini pelatihan keterampilan terbanyak. “Ada enam jenis pelatihan kerja, sedangkan di kelurahan yang lain hanya 1 - 2 jenis pelatihan saja,” sebutnya. 

Ia menyarankan pelatihan keterampilan untuk ditambah lagi minimal satu RW ada lima pelatihan. Selain itu, Toto juga menyarankan masyarakat Kelurahan Cipayung dapat mengikuti pelatihan yang ada di kelurahan, seperti pelatihan ketrampilan komputer, tata boga dan las secara gratis. 

Menurutnya, masyarakat perlu mengikuti pelatihan supaya pembangunan SDM di Cipayung ini jadi mumpuni. Sebab dua tahun yang akan datang, Kecamatan Cipayung akan memiliki ekowisata, sekolah ekonomi kreatif, SMK/SMEA kelas internasional serta dijadikan pusat perhatian di wilayah Jaktim.

“Ini bekal untuk kita, jangan sampai kita jadi penonton, berdayakan orang orang kita dulu, khususnya bagi  masyarakat Cipayung,” harapnya.

Sementara itu dalam laporannya, Lurah Cipayung, Jakarta Timur, Mesrarianita menyampaikan, Musrenbang di tingkat Kelurahan Cipayung ini hasil rembuk RW. Ada 46 usulan prioritas yang diajukan meliputi fisik 35, nonfisik enam dan pengadaan barang lima dengan total biaya sebesar Rp 16.992.833.580. 

“Semoga Kelurahan Cipayung menjadi kelurahan unggul terdepan dalam membantu program program pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan Maju kotanya Bahagia warganya,” pungkasnya.

Musrenbang ini melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di antaranya Sudin Sumber Daya Air, Sudin Binamarga Jalan, Sudin Binamarga PJU, Sudin Perhubungan, Sudin Pora, Sudin Kesehatan, Sudin Kebudayaan, Sudin Nakertran dan Energi PPKD dan UKM.

Hadir pula Camat Cipayung, Fajar Eko Satriyo, Kepala Puskesmas, Subanpeko, Babinsa Cipayung, Bimaspol, Dishub, Satpol PP, Karang Taruna, LMK, Jajaran RW dan RT sekelurahan Cipayung 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar