Yamaha

Memprihatinkan, Sesama Barisan Pendukung Jokowi Berseteru

  Sabtu, 15 Februari 2020   Widya Victoria
Moeldoko (istimewa)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Para pemimpin yang berdamai akan berefek pada proses rakyat yang berdamai. Sebab, rakyat itu belajar damai dari pemimpinnya yang berdamai.

Koordinator Perkumpulan Anti Radikalisme Bela Indonesia Kita, Ronald Mulia Sitorus mengatakan, Pemilihan Umum 2019 telah berlalu dengan hasil yang sangat membanggakan jika dilihat dari sisi demokratisasi. Di mana rakyat bisa melihat sendiri ke dua calon presiden saat itu, kini bersatu dalam pemerintahan yang sama.

“Pak Jokowi terpilih sebagai presiden dan Pak Prabowo ikut serta membantu pemerintah sebagai salah satu menteri dalam Pemerintahan Pak Jokowi. Dari keadaan ini, rakyat akan belajar tentang sebuah kedamaian. Rakyat tidak lagi memperributkan perbedaan kubu pendukung capres yang telah berlalu itu,” tutur Ronald.

Menurutnya, pasca pelantikan presiden dan kabinet, sudah sewajarnya dalam pemerintahan ada evaluasi-evaluasi. Seperti baru-baru ini terkait pemberitaan dugaan korupsi ASABRI dan Jiwasraya, yang diprediksi menyeret nama-nama yang dekat dengan kekuasaan.

“Bagi saya pribadi, pemberitaan seperti ini adalah evaluasi biasa saja jika masih menyertakan kata diduga,” ujarnya.

Ronald mencontohkan lagi, sebuah tulisan yang belum lama ini sempat beredar, dengan menyebut penulisnya adalah Haidar Alwi dari Haidar Alwi Institute.

Hemat dia, jika tulisan tersebut sebatas kajian sebaiknya ditanggapi pula dengan kajian, bukan malah meneruskan ke ranah hukum.

“Saya seorang pendukung Presiden Jokowi yang ada di bawah, rakyat biasa dan bukan siapa-siapa. Saya merasakan prihatin ketika melihat ada perseteruan yang tidak produktif terjadi kepada sesama barisan pendukung Pak Jokowi,” katanya.

Ronald menjelaskan, Haidar Alwi juga seorang pendukung Presiden Jokowi yang kerja keras mengorganisir hampir seribu Organ Relawan yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ). Dengan berbagai kegiatan di antaranya Program Satu juta Posko, Program Santunan Satu Juta Anak Yatim, sampai habis masa jabatan Jokowi 2024.

“Yang seluruh biayanya berasal dari sumbangsih pribadi Pak Haidar Alwi sendiri. Demikian juga dengan Pak Moeldoko, yang kerja keras dalam pemenangan Pak Jokowi sejak Pemilu 2014 lalu. Sudah saatnya sekarang rakyat seperti sekarang belajar tentang kedamaian dari para pemimpin. Jika para pemimpin berjiwa damai, maka rakyat yang dibawah juga akan damai,” ujarnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar