Yamaha

Simpan Fitur Google Ini untuk Selamatkan Aplikasi di Smartphone

  Senin, 17 Februari 2020   Fitria Rahmawati
Google Play Protect. [Android]

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pengguna smartphone yang salah memasang aplikasi dengan terinfeksi malware meningkat dari tahun ketahun. Pengguna tersebut memasang dari luar Google Play Store seperti toko aplikasi non-Google pihak ketiga. Google melaporkan terdapat 1,6 miliar yang dilaporkan pada 2017. Hal itu meningkat menjadi 1,9 miliar pada 2018.

AYO BACA : Event Facebook Batal Karena COVID-19

Untungnya, sistem perlindungan malware dari Google Play Protect, yang telah diinstal sebelumnya pada semua perangkat Android resmi, memblokir semua upaya ini. Aplikasi Google ini dapat menyelamatkan pemilik smartphone dan tablet dari kehilangan data mereka ke penjahat siber atau menderita adware.

AYO BACA : Kampret dan Cebong Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Sebagaimana dilansir laman Express.co.uk, Google Play Protect memperkenalkan kemampuan untuk memindai dan mendeteksi pemasangan aplikasi non-Google pada Mei 2017 untuk memerangi peningkatan serangan jahat terhadap pengguna Android.

Sebelum itu, pemilik ponsel cerdas dan tablet sering kali berakhir menginstal aplikasi berbahaya dari toko aplikasi pihak ketiga, situs web dewasa yang menawarkan unduhan langsung ke perangkat Anda, layanan perjudian online, serta banyak situs lain.

Google Play Protect dibuat langsung ke dalam Play Store, jadi tidak masalah jika produsen ponsel cerdas Anda telah meluncurkan versi terbaru sistem operasi Android ke perangkat Anda. Meskipun memiliki sejumlah fungsi dan fitur yang berbeda, Google Play Protect berfungsi sebagai layanan anti-virus bawaan yang mengawasi apa pun yang Anda instal di handset Anda.

Secara default, Google Play Protect akan memindai setiap aplikasi yang diinstal pada perangkat secara berkala, untuk memastikan pembaruan apli

AYO BACA : Ini yang Perlu Dipersiapkan Saat Sensus Penduduk Online

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar