Yamaha

Holden Hengkang dari Australia

  Senin, 17 Februari 2020   Budi Cahyono
Peserta carshow dalam Holden Festival Yogyakarta [Mobimoto.com/Cesar Uji Tawakal].

AYOJAKARTA.COM – Merek mobil ikonik Australia, Holden, akhirnya resmi dimatikan setelah General Motors (GM) memutuskan untuk hengkang dari Australia dan Selandia Baru.

Raksasa otomotif Amerika Serikat itu mengatakan mulai tahun depan ia akan menghentikan penjualan dan menutup kantor desain serta engineering Holden di Australia serta Selandia Baru.

Selain itu, GM juga mengumumkan akan hengkang dari Thailand dan menjual pabriknya yang memproduksi mobil bermerek Chevrolet di negara itu kepada Great Wall Motors asal Tiongkok.

AYO BACA : Curhat Ahok Kepada Djarot soal Pasangan Hidup

Alih-alih GM akan fokus ke pasar AS, Amerika Latin, Tiongkok, dan Korea Selatan, demikian diwartakan BBC, Senin (17/2/2020).

"Saya sering mengatakan bahwa kami akan melakukan yang terbaik, bahkan jika itu berat dan keputusan ini adalah salah satu dari keputusan berat itu," kata CEO GM, Mary Barra.

Hengkangnya GM dari Australia berarti berakhir pula sejarah 160 tahun merek Holden di Benua Kangguru itu.

AYO BACA : Wabah Corona Belum Pengaruhi Iklim Investasi RI

Holden berawal dari perusahan produsen sadel yang berdiri di Australia Selatan pada 1856. Mulai tahun 1908, ia mulai memproduksi kendaraan bermotor.

Pada 1931 Holden dibeli oleh GM dan selama 89 tahun dua perusahaan itu menjadi pemain utama di pasar otomotif Australia.

Tetapi 2013, Holden mengumumkan akan menghentikan produksi mobil di Australia dan hanya akan mengimpor mobil dari pabrik lain di luar negeri.

Pada 2017, Holden akhirnya resmi mentutup pabrik di Australia, mengikuti keputusan yang sama dari Toyota dan Ford yang menutup pabrik-pabrik mereka di negeri itu pada 2016.

AYO BACA : Daop 1 Jakarta Sediakan 879.736 Tiket Kereta Api Lebaran

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar