Ratusan Warga AS Ikut Pulang dari Kapal Pesiar, 14 Positif Virus Corona

  Selasa, 18 Februari 2020   Widya Victoria
Kapal pesiar Diamond Princess

 

AMERIKA SERIKAT, AYOJAKARTA.COM -- Lebih dari 300 penumpang kapal pesiar Amerika, termasuk 14 yang dites positif mengidap virus corona, diterbangkan pulang ke pangkalan militer di Amerika Serikat setelah dua minggu menjalani karantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang.

Seorang awak yang mengenakan pakaian anti-kontaminasi bertemu para penumpang jet sewaan yang mendarat di Pangkalan Bersama San Antonio di Texas. Mereka terlihat menuruni tangga dengan menggunakan masker wajah di kabut sebelum fajar. 

Penerbangan lain mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Travis di California beberapa jam sebelumnya. Mereka yang tiba ditempatkan untuk karantina selama dua minggu. 

Seperti dilansir dari Reuters, para pejabat AS mengatakan bahwa penumpang dengan gejala coronavirus tidak akan dipulangkan. Namun, sebanyak 14 penumpang yang ditemukan pada menit terakhir telah dinyatakan positif diizinkan naik ke pesawat. 

Departemen Luar Negeri AS menyatakan penumpang yang terinfeksi terpapar ke penumpang lain selama sekitar 40 menit sebelum mereka diisolasi.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan jumlah total kasus virus korona di seluruh daratan China naik 2.051 menjadi 70.635. Angka ini sedikit lebih banyak kasus baru dibandingkan laporan pada hari Minggu. 

Sekitar setengah dari semua kasus virus di luar China telah ditemukan di atas kapal Diamond Princess, yang diperintahkan untuk tetap berada di  pelabuhan Yokohama pada 3 Februari.

Beberapa negara lain telah mengumumkan rencana untuk mengikuti Amerika Serikat dalam membawa pulang penumpang. Setengah dari 3.700 penumpang dan awak adalah warga kebangsaan Jepang.

Matthew Smith, seorang penumpang Amerika yang tetap di kapal setelah menolak untuk naik ke penerbangan repatriasi sukarela, menuliskan pada akun Twitternya bahwa tinggal di karantina Jepang adalah keputusan terbaik. 

"Pemerintah AS mengatakan mereka tidak akan menempatkan siapa pun di pesawat yang simtomatik, dan mereka akhirnya secara sadar dan sengaja memakai 14 orang yang sebenarnya memiliki virus," tulisnya.

Pihak berwenang di seluruh dunia juga berusaha melacak penumpang dari kapal pesiar lain, Westerdam, yang bertolak dari pelabuhan di Asia Tenggara selama dua minggu sebelum berlabuh di Kamboja pada hari Kamis.

Seorang penumpang Amerika yang turun di Kamboja dites positif terkena virus di Malaysia pada hari Sabtu.

Carnival Corp, yang mengoperasikan kedua kapal pesiar, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang dalam mencoba melacak penumpang lain dari Westerdam. Tak satu pun dari 1.454 penumpang dan 802 awak lainnya yang melaporkan gejala apa pun, katanya.

Ratusan penumpang masih di Kamboja, baik di kapal maupun di hotel.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar