Yamaha

Kurangi Risiko Serangan Jantung, Konsumsi Magnesium

  Selasa, 18 Februari 2020   Fitria Rahmawati
Daun bayam dalam mangkuk kayu. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Makanan yang mengandung magnesium menjadi kunci menjaga kestabilan detak jantung. Magnesium sebenarnya diperlukan untuk lebih dari 300 reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh setiap harinya. Di luar kesehatan jantung, magnesium juga mendukung fungsi saraf dan otot, menjaga sistem kekebalan tubuh tetap berjalan, membantu mengatur glukosa darah, membantu produksi energi dan protein, dan bekerja bersama dengan kalsium untuk menjaga tulang tetap kuat.

Ukuran konsumsi magnesium perhari pada tubuh manusia mencapai 400 mg, namun banyak yang kurang mencapai target tersebut. Da banyak makanan yang direkomendasikan untuk mencapainya. Berikut jenis makanan yang tinggi magnesium dan mudah didapatkan:

Dark Chocolate

Dark chocolate mengandung 64 mg magnesium per-ons, atau 16 persen dari RDI (Recommended Dietary Intake). Selain itu, dark chocolate juga mengandung antioksidan kuat yang disebut flavanol, yang dikenal untuk mencegah kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) menempel ke dinding arteri.

Tak hanya itu, ada juga zat besi, mangan, dan tembaga, ditambah serat prebiotik untuk memberi makan bakteri usus sehat. Disarankan, mengkonsumsi cokelat sebaiknya dengan 70% padatan kakao, agar tidak terlalu banyak mengandung gula.

AYO BACA : Kenali Jenis Daging yang Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Alpukat

Satu alpukat berukuran sedang, mengandung sekitar 58 mg magnesium, atau 15% dari RDI. Manfaat lain dari makan alpukat termasuk vitamin B tingkat tinggi, vitamin K, dan kalium. Anda juga mendapatkan jumlah serat yang baik dan lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung.

Kacang

Kebanyakan kacang mengandung magnesium, tetapi yang mengandung kadar magnesium tertinggi adalah kacang mede, kacang almond, dan kacang Brazil. Satu ons dari kacang dapat memenuhi 20-33% dari RDI pada tubuh.

Seperti alpukat, kacang juga penuh serat dan lemak tak jenuh tunggal. Mengonsumsi kacang secara teratur dikenal untuk meningkatkan kadar gula darah dan kolesterol pada penderita diabetes, jadi memakannya secara preventif adalah ide yang bagus.

AYO BACA : Cek, Ini 5 Tanda Penderita Diabetes Tipe 2

Kacang juga memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan jantung, serta mengendalikan rasa lapar saat dimakan sebagai camilan.

Pisang

Pisang dikenal karena kandungan potasiumnya, tetapi pisang juga memiliki jumlah magnesium yang baik. Satu pisang besar menyediakan sekitar 37 mg, atau 9% dari RDI. Meskipun bukan makanan yang paling kaya magnesium di luar sana, Anda juga akan mendapatkan vitamin C, vitamin B6, mangan, dan serat.

Sejumlah besar serat dalam pisang adalah pati resisten, yang tidak dicerna dan diserap oleh tubuh, tetapi sebagai gantinya memberi makan bakteri usus yang sehat. Studi menunjukkan bahwa ini meningkatkan kesehatan usus, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar gula darah.

Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, selada, dan sawi memiliki kandungan magnesium yang tinggi. Satu cangkir bayam dapa menghasilkan sekitar 157 mg magnesium, mewakili 39 persen dari RDI.

Selain itu untuk selada romaine, mengandung magnesium serta kalsium, fosfor, kalium, vitamin C, vitamin K, dan folat. Dengan nutrisi yang terkandung di selada romaine ini, mengonsumsinya dapat membuat tubuh Anda lebih sehat.

AYO BACA : Balita Meninggal Gara-gara Ibu Percaya Hoax Grup Anti Vaksin

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar