Colors of Love, Ekspresi Cinta Plaza Indonesia Film Festival 2020

  Rabu, 19 Februari 2020   Hesti Dimalia
Reza Fahriansyah dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) & Sutradara “Kembalilah Dengan Tenang”; Anggi Noun (Sutradara “The Science of Fictions”); Wregas Bhanuteja (Sutradara “Tak Ada Yang Gila di Kota Ini”); Lisabona dari Kinosaurus; Maria Battaglia dari Istituto Italiano di Cultura; Sugar Nadia (kurator PIFF dari Amygdala Cinema); Zamri Mamat (General Manager Marketing Plaza Indonesia), dan Arin Ardina dari Event & Promotion Section Head Plaza Indonesia

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Cinta bagi sesama dapat hadir dan diterjemahkan dalam berbagai bentuk di kehidupan. Cinta yang mewarnai kehidupan tersebut diangkat sebagai tema Plaza Indonesia Film Festival (PIFF) yang ke-8 bertajuk “Colors of Love”. 

PIFF 2020 akan menayangkan lebih dari 10 film terbaik dari dalam negeri maupun mancanegara dan dapat dinikmati di Cinema XXI Level 6, Plaza Indonesia pada 24 hingga 28 Februari 2020. 

Rangkaian acara ini merupakan hasil kerjasama Plaza Indonesia bersama beberapa entitas yang juga dilengkapi dengan movie clinic, movie talk serta pameran foto Federico Fellini’s 8 ½ in The Unpublished Photographs by Paul Ronald.

“Kini, sebagai satu-satunya festival film di Jakarta dan kami sebagai satu-satunya mall yang memiliki film festival, PIFF berkomitmen untuk terus menghadirkan film-film terbaik dari dalam maupun luar negeri sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi Plaza Indonesia terhadap dunia perfilman serta para pelaku didalamnya. Kami juga menyuguhkan berbagai kegiatan inspiratif bagi masyarakat. Sehingga diharapkan PIFF tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk berkarya” jelas Zamri Mamat selaku General Manager Marketing Plaza Indonesia.

Terdapat lebih dari 10 film terbaik dari dalam negeri hingga mancanegara yang belum pernah tayang di layar lebar Indonesia namun akan tayang pada PIFF 2020, seperti Mountain Song (Indonesia), House of Hummingbird (Korea Selatan), Monos (Columbia), The Science of Fictions (Indonesia), The Lighthouse, System Crasher (Jerman), Honeyland (Macedonia) dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), dalam menayangkan film-film pendek dari Asian yang telah menjadi pemenang penghargaan JAFF 2019.

Kali ini, PIFF juga menggandeng Istituto Italiano di Cultura dan memberikan apresiasi kepada 100 tahun karya Federico Fellini.

Federico Fellini merupakan seorang sutradara dan penulis skenario kebanggan Italia yang telah menghasilkan berbagai film berkualitas dan menjadi inspirasi bagi sineas dunia dari masa ke masa. "Bersama dengan PIFF 2020 kami akan menayangkan dua film terbaik Federico Fellini yang sejalan dengan tema “Colors of Love” yaitu, La Dolce Vita dan 8 ½," kata Maria Battaglia selaku perwakilan dari Istituto Italiano di Cultura.

"Melengkapi pemutaran film-film tersebut,kami menggelar pameran foto di balik layar dari film 8 1/2 yang belum pernah dipublikasikan dan diterbitkan karya Paul Ronald serta movie talk dengan Annamaria Gradara, seorang jurnalis dan kurator kolom mingguan mengenai Federico Fellini pada harian Corriere di Romagna, Italia,”  tambahnya. 
 
Tak hanya memberikan aspirasi dari mancanegara, namun Plaza Indonesia juga akan memberikan inspirasi dari dalam negeri melalui movie clinic bersama Kinosaurus -sebuah microcinema yang telah menjadi alternatif tempat menonton film di Jakarta- dengan menghadirkan tokoh-tokoh inspirasional di industri film Indonesia seperti; Mira Lesmana (Produser), Riri Riza (Sutradara), Joko Anwar (Sutradara), Tara Basro (Aktris), Chitra Subiakto (Pengarah busana) dan Ical Tanjung (Cinematographer). 

Rangkaian acara movie clinic akan diadakan di Atrium Level 4 dan Disrupto Society dengan membahas tema “Dream Team”, dimana para tokoh-tokoh inspirasional ini akan berbagi cerita bagaimana para pembuat film dapat memunculkan emosi melalui warna, kostum, dan suara pada layar.

Sebagai sponsor PIFF 2020, BPJamsostek menyatakan dukungannya sejalan dengan tema “Colors of Love”, negara memberikan bentuk cintanya dengan hadir memberikan edukasi terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja termasuk pelaku seni industri perfilman. 

“Dengan adanya konsistensi PIFF yang rutin diselenggarakan sejak tahun 2015 dalam menghadirkan inspirasi kepada insan kreatif di dunia film, kami berharap dapat memunculkan figur-figur baru dan memajukan industri film Indonesia hingga kancah internasional” tutup korator film PIFF, Sugar Nadia. 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar