Yamaha

Megawati Jengkel Ada Kader Paksa Anaknya Masuk Politik

  Kamis, 20 Februari 2020   Fitria Rahmawati
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Kongres V PDI Perjuangan di Grand Inna Sanur Bali, Sabtu (10/8/2019). (instagram: @pdipjateng)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Megawati, jengkel karena ada kader yang sering memaksa anggota keluarganya masuk dunia politik. 
Megawai berpandangan bahwa cara memaksakan anggota keluarga untuk terjun ke dunia politik bukanlah hal yang baik. Apalagi untuk kondisi partai itu sendiri.

"Ini saya titip pesan. Nah, nanti, ini kan ada hal yang sangat berubah di perpolitikan Indonesia ini. Satu, 2024 akan terjadi regenerasi. Benar, kita-kita ini sudah fading away. Yang mesti maju itu yang didorong itu anak-anak muda," kata Megawati di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (19/2/2020).

AYO BACA : Sri Mulyani Ancam Tarik Suntikan Modal, Said Iqbal KSPI: BPJS Kesehatan Bukan BUMN!

Megawati meminta agar tidak ada pihak yang memaksakan kepentingannya sendiri. Semisal, mendorong-dorong sanak keluarga untuk maju dalam politik. Padahal, di satu sisi, ada kader yang dirasa lebih mumpuni ketimbang sanak keluarga yang dipaksakan tersebut.

"Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo. Kalau enggak anakne, kalau endak istrine, kalau enggak ponakane," kata Megawati.

AYO BACA : The Jak Diimbau Tak Datang ke Sidoarjo

"Jadi, PDIP itu hanya kumpulan keluarga. Gimana sih. Padahal kader kader itu anak anak kalian yang harusnya kalian lihat. Eh kamu bener bener loh ya kerja, nanti kamu saya jadikan sekretaris kek apa kek. Kan begitu. Sehingga Partainya yang berkembang, jangan menjadi kelompok-kelompok keluarga, aduh mabok aku," kata dia.

Di sisi lain, Megawati turut memberi penjelasan mengenai anggapan pihak bahwa dirinya ikut membentuk karier politik anaknya, Puan Maharani yang kini menjabat Ketua DPR RI.

Dia mengklaim, karier politik yang diraih Puan merupakan hasil dari kinerjanya sendiri dalam Pemilu 2019.

"Saya enggak pernah, saya hanya, anak saya kamu jadilah sesuai dengan apa yang kamu jalankan. Ada orang yang ngomong Mbak Puan jadi ketua DPR, itu saya yang angkat angkat, mana mungkin. Memang suaranya gede, enggak ada yang bisa nahan," ujarnya.

AYO BACA : AMAN: RUU Cilaka Petaka Bagi Masyarakat Adat

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar