Dampak Korona, Singapore Airlines Mengurangi Penerbangan hingga Mei

  Kamis, 20 Februari 2020   Budi Cahyono
Singapore Airlines (Foxnews)

SINGAPURA, AYOJAKARTA.COM – Dampak dari epidemic virus korona tak hanya dirasakan industri otomotif saja. Dunia penerbangan juga merasakan dampak luar biasa dari serangan korona.

Singapore Airlines Ltd mengurangi jumlah penerbangan sei luruh jaringan globalnya dalam tiga bulan ke depan hingga Mei. Hal ini merupakan dampak dari epidemi virus corona yang mengenai permintaan layanan penerbangan ke Singapura, dan hub transit utama.

Tujuan utama yang terkena dampak termasuk Frankfurt, Jakarta, London, Los Angeles, Mumbai, Paris, Seoul, Sydney dan Tokyo, kata maskapai itu di situs webnya.

AYO BACA : Wabah Korona, Pendapatan Qantas Turun Rp1,37 Triliun

"Singapore Airlines dan Silk Air untuk sementara waktu akan mengurangi layanan di seluruh jaringan kami karena lemahnya permintaan sebagai akibat dari wabah COVID-19," kata perusahaan penerbangan itu, Selasa (18/2/2020).

"Kami akan terus memantau situasi dan melakukan penyesuaian lebih lanjut sebagaimana diperlukan," lanjutnya.

Maskapai menolak untuk mengatakan berapa persen kapasitas yang telah dipangkas, mengutip sensitivitas komersial. Pemangkasan tersebut mengikuti pengurangan besar yang sudah diumumkan dalam layanan ke Tiongkok daratan dan Hong Kong.

AYO BACA : Ban Dunlop Sport LM705 Usung Teknologi Terbaru

Pada kuartal Desember, penerbangan ke Tiongkok daratan mencapai 11 persen dari kapasitas untuk maskapai ini, dan lebih dari itu untuk maskapai berbiaya murah milik Singapore Airlines, Scoot.

"Tidak mengherankan melihat beberapa pemotongan dalam penerbangan, mengingat lemahnya pemesanan ke depan yang dapat diharapkan dari lingkungan saat ini," kata analis DBS Paul Yong.

Permintaan pada penerbangan ke Korea Selatan dan Jepang telah terpukul paling parah setelah Tiongkok. Itu adalah area pengurangan terbesar dalam pengumuman hari Selasa.

Sebanyak 77 kasus Singapura adalah salah satu yang tertinggi di luar Tiongkok daratan, di mana lebih dari 1.800 orang telah tewas dalam epidemi. Pekan lalu, pusat pariwisata dan perjalanan Asia mengatakan pihaknya memperkirakan jumlah pengunjung akan turun seperempat atau lebih tahun ini, terkena wabah virus.

Selain pengunjung ke negara-kota, Singapore Airlines juga sangat bergantung pada lalu lintas transit. Perjalanan premium telah terkena dampak setelah banyak acara bisnis dibatalkan di seluruh Asia karena virus.

Pesaing yang berbasis di Hong Kong, Cathay Pacific Airways Ltd mengatakan pihaknya memotong 40 persen kapasitas di seluruh jaringannya, naik dari 30 persen sebelumnya, karena lemahnya permintaan.

AYO BACA : Dialog SMSI Pusat, Ketua Dewan Pers: Eksplorasi Data Lahirkan Jurnalis Kritis

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar