BPIP Latah dan Ngebet Populer, Silakan TikTok-an Saja

  Kamis, 20 Februari 2020   Aldi Gultom
Anggota DPD dari DKI Jakarta, Fahira Idris. (Fahiraidris.id)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) berencana menggunakan aplikasi TikTok hingga media sosial YouTube untuk mensosialisasikan nilai-nilai Pancasila kepada milenial. 

Rencana yang diklaim sebagai arahan dari Presiden Jokowi itu dianggap terlalu menyederhanakan persoalan. Membumikan Pancasila secara populer memang patut dilakukan. Tetapi mesti dicamkan bahwa yang lebih dibutuhkan millenial saat ini adalah keteladanan. Harus dicek, sejauh mana kebijakan dan tindak tanduk para pengambil kebijakan sudah sesuai prinsip-prinsip Pancasila.

Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Fahira Idris, mengungkapkan, suka tidak suka saat ini keadilan ekonomi, sosial, hukum, dan politik masih belum dirasakan rakyat. Salah satu pangkal sebabnya adalah Pancasila lebih sering diteriakkan dari pada diimplementasikan.

“Soal TikTok itu teknis, jangan seolah-olah sebagai terobosan. Yang mendesak dilakukan BPIP saat ini adalah mengevaluasi dan melakukan audit sudah sejauh mana kebijakan publik di negeri ini, napas dan spritnya, adalah Pancasila. Bumikan Pancasila lebih dahulu ke semua cabang kekuasaan di negeri ini, baru fokus ke milenial,” ucap Fahira Idris, Kamis (20/2/2020).

Bagi Fahira, cara paling efektif membumikan Pancasila ke kaum muda adalah lewat teladan. Jika mereka melihat semua cabang kekuasaan dan kebijakannya sesuai dengan prinsip Pancasila maka otomatis milenial akan mempraktikkan prinsip Pancasila dalam keseharian. 

Anggota DPD dari DKI Jakarta itu meminta pejabat negara tidak menjadikan masyarakat, terutama kaum muda, hanya sebagai obyek dan sasaran yang harus disadarkan akan pentingnya Pancasila. Sementara, kaum elit yang menguasai politik dan ekonomi negeri ini sudah dianggap paling Pancasialis sehingga cara pandang mereka terhadap Pancasila tidak perlu dikoreksi. 

“Bumikan dulu Pancasila ke seluruh cabang kekuasaan sehingga semua kebijakan negeri ini berlandaskan Pancasila, baru kemudian ke anak muda. Ini kalau BPIP mau lakukan terobosan. Tapi, kalau memang cuma ingin latah mengikuti tren dan asal populer, silahkan TikTok-an saja,” pungkas Fahira.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar