Yamaha

Kurangi Perubahan Iklim, Singapura Mulai Larang Mobil Bensin dan Diesel

  Jumat, 21 Februari 2020   Budi Cahyono
Empat jalur ERP di kawasan Orchard Road, Singapura. Sebagai ilustrasi kota ini [Shutterstock].

SINGAPURA, AYOJAKARTA.COM – Untuk mengurangi fenomena perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca yang terjadi, Pemerintah Singapura mulai memberlakukan peraturan ketat.

Pemerintah Singapura melalui Menteri Keuangan, Heng Swee Keat mengumumkan rencana pelarangan mobil bensin dan diesel pada 2040 mendatang.

AYO BACA : KUR Bank BUMN Belum Efektif Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

"Visi kami adalah menghapuskan kendaraan bermesin konvensional serta mengharuskan pemakaian energi terbarukan pada 2040," kata Heng Swee Keat, seperti dilansir dari Reuters.

Larangan untuk kendaraan bermotor diharapkan msmpu mengurangi dampak perubahan iklim, yang mengakibatkan fenomena banjir di sejumlah wilayah akibat kenaikan air laut. Insentif finansial seperti pemotongan biaya registrasi kendaraan sedang dirancang untuk menjadikan mobil listrik lebih terjangkau di Singapura.

AYO BACA : Bank bjb Raih 2 Penghargaan Sekaligus dalam Ajang Artajasa Award 2020

Sebelumnya Negeri Ratu Elizabeth II, Inggris dan seluruh Britania Raya juga telah menyerukan pelarangan penjualan mobil berbahan bakar bensin, diesel, dan mobil hybrid baru mulai 2035 atau lima tahun lebih awal dari yang direncanakan. Larangan itu merupakan upaya untuk mengurangi polusi udara yang lebih dari seabad ketergantungan pada mesin pembakaran internal.

Perdana Menteri (PM) Boris Johnson berusaha untuk menggunakan pengumuman itu untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Inggris.

"Kami harus berurusan dengan emisi CO2 milik sendiri, dan itulah sebabnya Inggris menyerukan agar kita mencapai nol bersih sesegera mungkin," ujar Boris Johnson.

AYO BACA : Cover Engine Schumacher Dilelang Rp200 Jutaan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar