Rektor Unnes Batal Hadir, Debat Akademik Berubah Jadi Diskusi Publik

  Jumat, 21 Februari 2020   Budi Cahyono
Debat Akademik yang berubah format menjadi diskusi publik. Dihadiri oleh Dhonny Danardono (Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika), Gunawan Permadi (Pemred Media Suara Merdeka), Sucipto Hadi Purnomo (Dosen Unnes yang dibebastugaskan sementara), Triyono Lukmantoro (Pakar Komunikasi Undip), Ignatius Rhadite (Mentri Kajian Strategis Bem Km Unnes 2020) dan Gunawan Budi Susanto yang menjadi moderator. (dok)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Format awal acara debat akademik yang diadakan BEM KM Unnes 2020, pada Kamis (20/2/2020), berubah menjadi diskusi publik. Hal ini dikarenakan rektor Unnes batal hadir dalam acara tersebut. 

“Selasa siang sudah mengirimkan surat untuk debat kepada rektor Unnes,” ujar Rhadite, Mentri Kajian Strategis Unnes 2020. 

Hingga pukul 20.13 WIB saat panelis memasuki ruangan, tidak kunjung hadir pula rektor Unnes yang rencananya debat akan dilakukan pukul 19.00 WIB.

Sementara dosen yang dibebastugaskan, Sucipto Hadi Purnomo, hadir bersama panelis yang akhirmya berganti menjadi pemateri.  Di antara pemateri yang hadir yaitu Gunawan Permadi (Pemred Media Suara Merdeka) yang awalnya akan menjadi moderator debat, Dhonny Danardono (Fakultas Hukum dan Komunikasi Unika Soegijapranata) dan Triyono Lukmantoro (pakar komunikasi Undip), dan Gunawan Budi Susanto yang akhirnya menjadi moderator malam itu. 

AYO BACA : KUR Bank BUMN Belum Efektif Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Ruang Pusat Kegiatan Mahasiswa Unnes (PKMU) lantai 2 yang akhirnya menjadi ganti Gedung Graha Cendekia Fakultas Teknik dibatalkan sepihak tempat awal mula acara debat penuh sesak penonton hingga meluber ke luar ruangan.

Sucipto yang hadir malam itu menjelaskan, mengenai kejanggalan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kampus terhadap dirinya. Hingga diberikan sanksi pemberhentian sementara berdasarkan keputusan rektor Unnes dengan nomor B/167/UN37/HK/2020.

Dia menyebutkan bahwa tim pemeriksa tidak dapat menunjukkan surat perintah dan SOP pemeriksaan yang jelas mengenai dugaan yang dituduhkan kepadanya. Namun, pihak pemeriksa justru melayangkan beberapa dugaan kesalahan yang diperbuat oleh Sucipto.

“Pertama saya dianggap sebagai ASN yang tidak netral terkait unggahan 10 Juni 2019, kedua terkait aktivitas sebagai tim evaluasi kinerja akademik kemenristekdikti, dan ketiga saya pernah menjadi saksi di polda atas saksi terlapor seseorang yang telah melapor petinggi unnes dengan dugaan melakukan plagiasi,” ujarnya. 

AYO BACA : Anies: Masyarakat Harus Ubah Mindset Tentang Sampah

Donny Danardono sebagai ahli hukum menilai tulisan Sucipto yang berbunyi “Penghasilan anak-anak saya menurun drastis pada lebaran kali ini. Apakah ini efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes? ” tersebut belum sampai kritik. “Kalimat semacam itu menurut saya tidak memenuhi kriteria sebagai kritik. Itu sebetulnya sindiran bukan untuk Jokowi. Itu sindiran untuk para penentang, orang yang meremehkan Jokowi. Jadi menurut saya itu tidak masuk kategori kritik”, ujar Dhonny. 

Adapun dalam konteks menghina, menurut Donny kalimat yang diposting oleh Sucipto juga  tidak termasuk, karena tidak ada kata umpatan di dalam kalimat tersebut. Dari perspektif komunikasi, Triyono Lukmantoro menilai, ketika seseorang menulis pasti memiliki tujuan dan motivasi.

Dia juga mengatakan bahwa memang ada jenis komunikasi tingkat tinggi dimana tidak semua orang dapat mengerti sehingga berisiko multitafsir. “Masyarakat yang selalu menggunakan simbol-simbol, sehingga mempunyai maksud terselubung atau implisit. Apa yang dilakukan Sucipto ditafsirkan berbeda oleh rektor,” jelasnya. 

Pada acara diskusi tersebut, Radhite mengatakan, bahwa BEM KM akan berusaha menyelenggarakan debat kembali yang akan menghadirkan Fathur Rokhman dan Sucipto Hadi Purnomo. Begitu juga Sucipto yang hadir satu pihak meminta agar BEM KM Unnes segera menggelar debat yang sesungguhnya. 

“Segeralah gelar debat yang sesungguhnya, sebelum skorsing dicabut atau saya kemudian benar-benar dipecat sepenuh-penuhnya,” tutur Sucipto mengakhiri diskusi tersebut. (Magang Ayosemarang.com/Afsana Maulida)
 

AYO BACA : Cover Engine Schumacher Dilelang Rp200 Jutaan

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar