Pemerintah Siapkan 2 Opsi Jemput WNI di Kapal Pesiar Diamond Princess

  Jumat, 21 Februari 2020   Aldi Gultom
Otoritas kesehatan di Jepang mengevakuasi para penumpang yang positif terjangkit virus Corona dari kapal pesiar Diamond Princess. (Suara.com/AFP)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Semua penumpang kapal Diamond Princess yang dikarantina akibat virus Corona (COVID-19) telah diturunkan. 

Yang tersisa di kapal hanya para awak kapal, termasuk 74 orang berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Totalnya, ada 78 WNI yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess. Namun, 4 orang di antara mereka dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Saat ini, kapal pesiar Diamond Princess tengah bersandar di Yokohama, Jepang, sembari melanjutkan proses karantina staf yang tersisa.

Pemerintah Jepang juga telah menyampaikan kepada negara-negara asal awak kapal untuk datang menjemput warga negaranya yang masih di kapal. Pihak Jepang tidak menyediakan tempat karantina di darat, sementara masa observasi di dalam kapal akan berakhir besok (Sabtu, 22/2/2020).

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, mengaku ada dua opsi penjemputan. Dua opsi itu telah disampaikan kepada Presiden Jokowi. Tapi, Kemenkes belum memastikan kapan penjemputan dilakukan.

Opsi penjemputan pertama adalah menggunakan kapal rumah sakit KRI Soeharso milik TNI Angkatan Laut.

Jika opsi tersebut disetujui, maka lama perjalanan kapal KRI Soeharso dari Indonesia menuju Jepang untuk kemudian kembali ke Indonesia melalui jalur laut akan membutuhkan waktu 28 hari, persis seperti berakhirnya masa inkubasi virus yang ditetapkan WHO.

"Harapannya sampai di Indonesia sudah clear," tambah Achmad Yurianto.

Opsi kedua adalah menjemput dengan menggunakan pesawat. Jika opsi pesawat yang dipilih, maka pemerintah harus segera menyiapkan lagi karantina atau observasi kesehatan, seperti yang dilakukan di Natuna belum lama ini terhadap WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China.

Achmad Yurianto juga menyebut kapal pesiar Diamond Princess telah menjadi "pusat penyebaran infeksi" yang baru, sama seperti kota Wuhan di Hubei, China.

"Kita memerlukan perhatian khusus pada kapal Diamond Princess, ternyata kapal ini sudah menjadi epicentrum (pusat penyebaran) baru. Artinya orang yang berada di dalam kapal itu sangat mungkin sudah ketularan," jelasnya saat kegiatan rutin Update Virus Corona COVID-19, di Gedung Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Jumat (21/2/2020).

"Kalau di Wuhan, di Hubei khususnya, COVID-19 hanya 5 persen dari jumlah populasi, di kapal ini angkanya sudah 15 persen. Berarti sudah harus lebih diawasi," tambahnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar